Lembaga Dewan Adat Pasang Baliho SISKS Paku Buwono XIV Mangkubumi

Share

Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta memfasilitasi pemasangan baliho bergambar SISKS Paku Buwono XIV Mangkubumi di belasan wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada Jumat (5/6/2026).

Aksi pemasangan alat peraga tersebut memicu respons keras dari kubu Paku Buwono XIV Purbaya yang menilai tidak ada kekosongan kekuasaan di Keraton Solo. Pihak Purbaya bahkan tengah mempersiapkan langkah hukum terkait penyebaran baliho tersebut, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

Ketua Eksekutif LDA, KPH Edy Wirabhumi, memaparkan bahwa langkah ini diambil demi mengakomodasi permohonan dari masyarakat di berbagai daerah. Saat ini baliho tersebut dilaporkan sudah mulai tegak berdiri di wilayah Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak.

"Ada permintaan dari daerah-daerah, diizinkan juga pasang (baliho). Iya (luar kota Solo), lebih (dari 10 titik). Sebagian daerah-daerah sudah pasang ternyata seperti Kudus dan Demak," kata Edy saat ditemui di Keraton Solo, Jumat (5/6/2026).

Edy menambahkan bahwa perluasan pemasangan spanduk dan baliho ini ditargetkan menyasar ke belasan kabupaten kota lainnya. Wilayah target tersebut meliputi Ngawi, Boyolali, Madiun, Grobogan, Sragen, Ponorogo, Pacitan, Nganjuk, Malang Raya, Jepara, hingga Magelang.

"Rencana ada Ngawi, Boyolali, Madiun, Grobogan, Sragen, Ponorogo, Demak, Pacitan, Nganjuk, Malang Raya, Jepara dan Magelang," ucap Edy.

Gerakan pemasangan gambar ini diklaim muncul secara organik tanpa paksaan dari pihak pusat Keraton. Menurut Edy, masyarakat di daerah merasa memiliki ikatan historis dan emosional yang kuat dengan perjuangan adat Surakarta.

"Karena mereka berinisiatif dari daerah-daerah itu, mereka merasa dia ini bagian dari apa ya, keluarga besar yang turut berjuang gitu. Mereka kan merasa, merasakan proses dari awal bagaimana berjuang mempertahankan adat dan tradisi budaya itu. Bahkan spirit mereka itu terbangun sejak tahun 2004. Jadi bukan tiba-tiba sekarang ini gitu," terang Edy.

Dorongan masif ini digerakkan oleh jaringan kelompok masyarakat yang berada di bawah naungan kesepahaman yang sama dengan LDA. Pihak panitia lokal di daerah bahkan telah menyiapkan puluhan titik media luar ruang untuk menyambut kampanye visual ini.

"Mereka itu komunitas kita yang ada di berbagai wilayah. Ini belum lagi komunitas yang lain lagi yang akan turut berjuang juga, sedang siap-siap gitu," ujar Edy.

Volume sebaran publikasi ini diprediksi akan terus melonjak tajam dalam beberapa waktu ke depan. Di sisi lain, proses perizinan dan penempatan baliho serupa di dalam wilayah Kota Solo kini sedang berjalan.

"Nah, ini daerah-daerah lain ini yang sudah ada hampir 60 titik di berbagai wilayah itu. Kalau Solo sedang berproses di titik-titik lain dan, ya insyaallah akan makin banyak," tutur Edy.

Penolakan terhadap klaim visual ini datang dari perwakilan struktur resmi kraton bentukan mendiang raja sebelumnya. Juru bicara PB XIV Purbaya, KPA Singonagoro, menegaskan bahwa kepemimpinan institusi adat tetap berjalan normal tanpa jeda sejak PB XIII wafat pada 2 November 2025.

"Kami sangat menyayangkan adanya hal tersebut karena sudah jelas bahwa Keraton Solo tidak ada kekosongan pemimpin," ujar Singonagoro, Senin (1/6).

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author