Warga Teheran Hadiri Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
Ribuan pelayat menghadiri upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang resmi dimulai di kompleks keagamaan Grand Mosalla, Teheran, pada Sabtu (4/7) pagi waktu setempat sebagai bentuk demonstrasi kekuatan negara. Massa berkumpul dengan membawa spanduk merah yang menjadi simbol pembalasan sambil mengumandangkan yel-yel perlawanan terhadap Amerika Serikat, sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui laporan AFP pada Sabtu (4/7/2026). Otoritas Iran mengumumkan skenario pengamanan ketat dengan memblokir jalan-jalan serta memproyeksikan penutupan wilayah udara demi kelancaran prosesi yang diperkirakan menarik kehadiran 15 hingga 20 juta pelayat dalam tiga hari ke depan.
Ratusan warga dilaporkan telah mengantisipasi kepadatan dengan berjaga di luar lokasi sejak Jumat malam, bahkan beberapa di antaranya rela berjalan kaki sejauh beberapa kilometer demi mencapai area Grand Mosalla.
"Kami ingin mengucapkan selamat tinggal terakhir kepada pemimpin kami, itulah sebabnya menunggu seperti ini tidak menyakitkan atau sulit bagi kami," kata Somayye Hamedi, seorang warga Iran. Pemerintah setempat menjadwalkan peti jenazah Khamenei disemayamkan di ibu kota hingga Senin sebelum diarak melalui jalanan Teheran, diikuti pemindahan ke pusat keagamaan Qom pada Selasa, wilayah suci Syiah di Irak pada Rabu, dan berakhir dengan pemakaman di Mashhad pada Kamis.