Pemain PSG Kantongi Bonus 1 Juta Euro Jika Tekuk Arsenal di Final Liga Champions

Share

Paris Saint-Germain (PSG) mengusung motivasi ganda menjelang laga krusial kontra Arsenal pada partai final Liga Champions di Puskas Arena, Budapest, Sabtu malam ini.

Seperti dikutip dari Bola, armada Les Parisiens tidak hanya membidik gelar juara Eropa dua musim berturut-turut, melainkan juga berkesempatan membawa pulang bonus finansial dalam jumlah fantastis.

Klub raksasa Prancis tersebut menginjakkan kaki di partai puncak dengan status juara bertahan, setelah pada musim sebelumnya berhasil menyudahi penantian panjang untuk menguasai kompetisi tertinggi di Eropa.

Sebelum merengkuh trofi bergengsi tersebut, investasi besar dari Qatar sempat kerap berujung kegagalan di fase gugur, termasuk kekalahan pahit dari Bayern Munchen pada final edisi 2020.

Langkah PSG menuju laga final musim ini dilewati dengan mendepak tiga delegasi Inggris di fase gugur, yaitu Liverpool, Aston Villa, dan Arsenal.

Pada final musim lalu di Munchen, tim besutan Luis Enrique sukses menumbangkan Inter Milan lewat kemenangan telak 5-0 untuk menyegel trofi Liga Champions perdana sepanjang sejarah klub.

Menurut laporan L'Equipe, seluruh penggawa PSG telah menyepakati regulasi bonus khusus andai mampu meredam perlawanan Arsenal dan mempertahankan takhta juara.

Setiap pemain di dalam skuad dilaporkan bakal mengantongi kucuran dana segar senilai 1 juta euro atau berkisar Rp20,7 miliar per orang.

Kebijakan finansial serupa rupanya juga diterapkan manajemen klub saat PSG keluar sebagai kampiun kompetisi sepak bola tertinggi Eropa tersebut pada musim lalu.

Negosiasi mengenai besaran bonus ini diinisiasi sejak awal musim oleh empat figur dalam kelompok kepemimpinan tim, yakni Marquinhos, Achraf Hakimi, Ousmane Dembele, dan Vitinha.

Seorang sumber internal mengungkapkan kepada L'Equipe bahwa insentif bernilai besar memang sengaja dialokasikan khusus untuk capaian tertinggi klub.

"Bonus yang benar-benar besar hanya datang bersama trofi. Itulah budaya tim besar," kata sumber tersebut.

Di luar kompetisi Eropa, para pemain sebenarnya juga mendapatkan bonus domestik, namun apresiasi tersebut terasa lebih rutin menyusul keberhasilan mengamankan gelar juara Ligue 1 ke-14 musim ini.

Pendekatan Kolektif Luis Campos

Sistem pembagian bonus di PSG kini mengalami transformasi signifikan sejak Luis Campos mengemban tugas sebagai Direktur Olahraga.

Manajemen kini menerapkan prinsip kesetaraan, di mana seluruh pemain yang terdaftar dalam kontribusi tim menerima nominal bonus yang sama rata.

Kebijakan ini membuat pemain pilar seperti Khvicha Kvaratskhelia, Desire Doue, dan Joao Neves menerima nominal yang identik dengan Quentin Ndjantou, pemain yang baru tampil tiga kali di fase liga.

Skema serupa dinikmati oleh pemain muda binaan akademi, Senny Mayulu, yang berhak atas bonus penuh setelah mencetak gol penutup dari bangku cadangan pada laga final musim lalu.

Ambisi Sejarah Luis Enrique

Keberhasilan mengangkat trofi di Budapest akan menyejajarkan PSG dengan Real Madrid sebagai tim yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions sejak era 2016 hingga 2018.

Bagi sang juru taktik Luis Enrique, pertandingan ini menjadi momentum emas untuk mengklaim trofi Si Kuping Besar ketiga sepanjang riwayat karier kepelatihannya.

Kendati stimulus finansial melimpah telah menanti anak asuhnya, pelatih berkebangsaan Spanyol itu menegaskan bahwa kehormatan trofi tetap menjadi motivasi paling utama.

"Saya rasa tidak ada motivasi yang lebih besar daripada memenangi Liga Champions," ujar Enrique sebelum pertandingan.

"Kita akan melihat besok siapa yang lebih baik. Kami sama-sama menjuarai liga domestik masing-masing dan saya akan fokus pada hal-hal positif untuk tim saya, agar kami bisa menampilkan permainan terbaik."

"Itu menjadi sumber motivasi bagi kami. Kami sudah tercatat dalam sejarah sebagai satu di antara tim terbaik di Eropa."

"Tetapi itulah yang kami cari. Anda tidak pernah tahu kapan akan kembali bermain di final Liga Champions, jadi Anda harus memanfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin."

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author