Pemain PSBS Biak Sindir Masalah Gaji Melalui Selebrasi Gol
Trio pemain asing PSBS Biak melakukan selebrasi unik yang menyindir persoalan finansial klub usai membobol gawang Arema FC pada pertandingan pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (15/5/2026) malam WIB.
Mohcine Hassan, Pablo Andrade, dan Luquinhas secara kompak memperlihatkan gestur menggesekkan ibu jari ke telunjuk dan jari tengah. Aksi spontan dari para legiun asing Badai Pasifik ini langsung memicu sorotan publik sepak bola nasional.
Aksi lapangan tersebut dilatari oleh kabar mengenai skuad PSBS Biak yang belum menerima pembayaran hak mereka selama empat bulan terakhir, seperti dilansir dari Bola. Kondisi finansial yang kritis ini bahkan sempat memicu rencana aksi mogok bertanding dari para pemain sebelum adanya dana talangan untuk merampungkan kompetisi.
Winger PSBS Biak, Luquinhas, mengonfirmasi bahwa tindakan yang mereka tunjukkan merupakan representasi emosional atas situasi sulit yang dialami internal tim.
"Selebrasi itu merupakan momen yang penuh emosi. Kami bekerja setiap hari, terus berlatih, bertanding, dan memberikan segalanya untuk klub, bahkan di tengah situasi yang sangat sulit," ujar Luquinhas.
Pemain asal Brasil ini juga menambahkan bahwa gerakan simbolis tersebut sama sekali tidak bermaksud untuk menyerang reputasi pihak tertentu secara personal.
"Pesan tersebut tidak dimaksudkan untuk merendahkan siapa pun, melainkan sekadar untuk mengungkapkan apa yang dirasakan oleh banyak pemain dan staf saat ini," sambung Luquinhas.
Lebih lanjut, pemain berusia 29 tahun tersebut menyatakan komitmen profesionalitas para penggawa klub tetap terjaga demi menghidupi keluarga masing-masing.
"Kami mencintai sepak bola dan kami adalah profesional, tetapi di saat yang sama kami juga memiliki keluarga dan tanggung jawab," kata Luquinhas.
Mantan penyerang Amazonas tersebut kini sangat mengharapkan adanya langkah nyata dari manajemen untuk melunasi kewajiban keuangan yang tertunda.
"Harapan saya adalah manajemen dapat segera menemukan solusi terkait gaji yang belum dibayarkan, karena setiap pemain layak mendapatkan penghormatan atas kerja keras yang terus mereka lakukan untuk klub," ucap Luquinhas.
Persoalan internal ini semakin diperparah dengan kekalahan telak PSBS Biak dari Arema FC dengan skor akhir 2-5 di laga kandang tersebut. Hasil minor di bawah asuhan Marian Mihail membenamkan tim asal Papua ini di dasar klasemen sementara dengan perolehan 18 poin.
Dari total 33 pertandingan yang telah dijalani sepanjang musim, klub hanya mencatatkan empat kemenangan, enam hasil imbang, dan sisanya berakhir kekalahan. Rekor statistik buruk ini memastikan posisi Badai Pasifik resmi turun kasta ke liga kedua pada musim mendatang.