Roberto Martinez Pastikan Peluang Cristiano Ronaldo Tampil di Piala Dunia 2030

Share

Pelatih Timnas Portugal Roberto Martinez menegaskan bahwa peluang sang kapten Cristiano Ronaldo untuk berkompetisi di Piala Dunia 2030 tetap terbuka lebar menjelang persiapan tim nasional pada Sabtu, 30 Mei 2026.

Langkah penyerang Al Nassr tersebut berpotensi memecahkan rekor dunia sebagai pemain tertua sepanjang masa dalam sejarah turnamen sepak bola empat tahunan tersebut jika ia terus bermain hingga usia 45 tahun.

Martinez menilai ambisi dan kedisiplinan menjaga kondisi tubuh menjadi alasan utama penyerang legendaris yang kini berusia 41 tahun itu tetap kompetitif di level tertinggi sepak bola dunia.

"Tidak seorang pun seharusnya meragukan itu (bahwa dia bisa bermain pada 2030)," kata Martinez saat diwawancarai radio Spanyol Cadena SER.

Martinez menambahkan bahwa komitmen dan dedikasi tinggi yang ditunjukkan oleh sang megabintang selama ini membuatnya sangat layak untuk mendapatkan kesempatan besar tersebut.

"Dia sudah pantas mendapatkannya," tegas Martinez.

Mantan pelatih Belgia itu juga menyoroti bagaimana Ronaldo selalu mempertahankan motivasi tinggi serta rasa lapar yang kuat untuk terus berkembang setelah memenangkan berbagai gelar bergengsi.

"I pernah bekerja dengan banyak pemain yang memenangkan Liga Champions atau Ballon d'Or, lalu keesokan harinya mereka kehilangan rasa lapar untuk terus berkembang," ujar Martinez.

Kombinasi antara faktor genetik, kerja keras, kebugaran fisik, serta ketangguhan mental dinilai menjadi kunci utama keberlanjutan karier panjang sang kapten bersama Selecao das Quinas.

"Apa yang kami lihat pada Ronaldo adalah contoh mentalitas yang berbeda," imbuh Martinez.

Martinez memaparkan bahwa seluruh staf kepelatihan tim nasional telah melakukan analisis mendalam mengenai dorongan internal yang dimiliki oleh mantan pemain Real Madrid tersebut.

"Saya percaya memiliki tujuan seperti itu ,yang memungkinkan seseorang bertahan begitu lama. Tentu ada faktor genetik, ada kerja keras yang dia lakukan, dia memanfaatkan segala hal yang bisa membantu kondisi tubuhnya, dan juga mentalitasnya," ulas Martinez.

Tim kepelatihan juga menyimpulkan bahwa fokus utama Ronaldo tidak lagi terbatas pada pencapaian trofi kolektif maupun penghargaan individu semata.

"Kami, staf pelatih Portugal, telah sampai pada satu kesimpulan: Cristiano Ronaldo tidak bermain untuk memenangkan gelar kolektif atau individu tertentu." tutur Martinez.

Rasa lapar yang konisten setiap hari menjadi pembeda utama yang membuat penyerang kelahiran Madeira tersebut tetap mempertahankan standar performa terbaiknya hingga kepala empat.

"Cristiano tidak ditentukan oleh apa yang dia makan, tetapi oleh rasa lapar yang dia miliki. Apa pun yang dimenangkan Cristiano, keesokan harinya dia tetap memiliki rasa lapar yang sama untuk terus berkembang," tutur Martinez.

Selain itu, mantan rekan setim Ronaldo di Manchester United, Eric Djemba-Djemba, turut memberikan kesaksian mengenai proses pembentukan mentalitas baja sang pemain saat meniti karier awal di Carrington.

"Saya sangat senang untuknya karena dia ingin berada di sana, dia selalu ingin menjadi yang pertama, dia selalu ingin berada di sana untuk memenangkan pertandingan, memenangkan sesi latihan. " kata Djemba-Djemba dalam wawancara eksklusif bersama GOAL.

Djemba-Djemba mengenang momen latihan keras di mana Ronaldo kerap dijatuhkan oleh para pemain senior seperti Gary Neville dan Roy Keane namun tetap bangkit berjuang.

"I ingat saat latihan, orang-orang bisa menjatuhkannya setiap saat – Gary Neville, Roy Keane, mereka menjatuhkannya, tapi dia tetap di sana, dia menangis, tapi dia akan bangkit, terus berlari, dan saya senang untuknya, dia pantas mendapatkannya." ujar Djemba-Djemba.

Melihat ketahanan fisik Ronaldo yang menyerupai robot, Djemba-Djemba meyakini bahwa sang penyerang dapat terus aktif bermain hingga usia pertengahan empat puluh.

"Saya rasa dia bisa bermain hingga usia 44 atau 45 tahun, Cristiano mampu melakukannya, dia punya energi untuk itu. " tambah Djemba-Djemba.

Djemba-Djemba juga memuji konsistensi performa luar biasa yang ditunjukkan oleh pemilik lima gelar Ballon d'Or tersebut di kompetisi domestik maupun internasional.

"Dia luar biasa. Saya tidak tahu bagaimana dia melakukannya, tapi dia seperti robot, dia luar biasa! Saya pikir Cristiano bisa bermain hingga usia 44 tahun, tapi dia tidak bisa bermain hingga usia 44 atau 45 tahun bersama tim nasional dan tim klubnya. Namun, Cristiano bisa bermain hingga usia 44 tahun, dengan mudah." jelas Djemba-Djemba.

Pelaksanaan Piala Dunia 2030 di Portugal, Spanyol, dan Maroko dinilai akan menjadi panggung penutup yang ideal bagi akhir perjalanan karier sepak bola Ronaldo.

"Saya pikir jika Cristiano bermain hingga usia 44 tahun, and dalam empat tahun ke depan Piala Dunia digelar di Portugal, jika Cristiano masih bermain, saya pikir itu akan menjadi kompetisi terakhir yang bagus baginya untuk mengakhiri kariernya di Portugal dengan Piala Dunia. " papar Djemba-Djemba.

Djemba-Djemba meyakini publik serta jajaran kepelatihan Portugal akan menyambut gembira kehadiran sang legenda hidup dalam skuad resmi turnamen tersebut.

"Saya yakin di Portugal mereka akan setuju agar manajer membawanya masuk ke dalam skuad. Saya akan melakukannya untuknya, membawanya ke dalam skuad, untuk mengucapkan terima kasih atas segala yang telah dilakukannya untuk negaranya." pungkas Djemba-Djemba.

Sementara itu, pelatih timnas Brasil Carlo Ancelotti merefleksikan keputusannya terkait komposisi lini depan timnya menghadapi turnamen mendatang.

"Considering the players we have at our disposal we believe the best model of play for us is to go with four up front," kata Ancelotti pada bulan Maret.

Ancelotti juga menjelaskan pertimbangan kebugaran fisik dalam pemanggilan penyerang Santos berusia 34 tahun, Neymar, ke dalam skuad 26 pemain Selecao.

"We realised that in this last period he had continuity and was in good physical condition," kata pelatih berusia 66 tahun tersebut.

Pelatih asal Italia itu menegaskan motivasi tingginya dalam memimpin tim nasional Brasil di turnamen akbar tahun 2026 ini.

"Coaching Brazil is highly motivating," kata Ancelotti kepada Estadão pada 2025.

Ancelotti memandang kesempatan menukari tim tersukses di dunia ini sebagai salah satu fase paling krusial dalam perjalanan panjang karier kepelatihannya.

"I believe this is one of the most important moments of my career." ungkap Ancelotti.

Ancelotti juga menekankan pentingnya menikmati setiap proses dan momen indah yang dihadirkan oleh dunia sepak bola daripada sekadar terobsesi pada trofi.

"I’m not obsessed with winning," kata Ancelotti kepada the Guardian pada bulan Mei.

Fokus utamanya saat ini adalah menyalurkan gairah sepak bola yang dimilikinya ke dalam performa tim di atas lapangan hijau.

"What I have is a passion for enjoying the moments that football has given me." imbuh Ancelotti.

Gelandang senior Casemiro turut menyampaikan kebahagiaan mendalamnya karena berhasil menembus skuad Piala Dunia untuk ketiga kalinya sepanjang karier.

"The feeling of being in the national team squad and playing in a World Cup for Brazil is the greatest happiness. It’s a childhood dream, there’s no explanation. Only the people and the players who are here know how to express this happiness. Without a doubt, it’s a dream come true," kata Casemiro dalam konferensi pers di Granja Comary pada Kamis, 28 Mei 2026.

Casemiro memandang turnamen edisi ini sebagai momentum berharga bagi para talenta muda untuk mengukir sejarah baru bagi sepak bola Brasil.

"Especially for those who are going to play in it for the first time, it’s a unique competition, because of the scale of the tournament, without a doubt. They have the opportunity to put their names in the history of Brazilian football," tutur pemain berusia 34 tahun tersebut.

Mantan pemain Real Madrid itu menambahkan bahwa perpaduan antara pemain senior dan junior sangat krusial dalam membentuk tim pemenang gelar juara.

"this mix is important to win titles." tegas Casemiro.

Berdasarkan pengalaman panjangnya, Casemiro mengingatkan rekan-rekannya untuk selalu waspada karena turnamen besar selalu ditentukan oleh aspek-aspek kecil di lapangan.

"It’s my third (World Cup), so of course I’ve been through a lot. But we know football has surprises, every game is different from the next. Of course I’ve played a lot of World Cup matches, I’ve played a lot of matches of this magnitude, but we know that at the World Cup it’s always decided by the details," ucap gelandang bertahan tersebut.

Ia pun menilai laga uji coba menjelang keberangkatan ke Amerika Serikat memegang peranan vital dalam membangun ikatan emosional bersama para suporter.

"I think this start here at Granja is very important. The importance of being here and conveying the work that is being done. I think this match at the Maracanã will be a great connection with the Brazilian people. The Maracanã is a home of the Brazil national team. This connection and this farewell will be very important," tutup Casemiro.

Dilansir dari World Soccer Talk, Cristiano Ronaldo menempati peringkat keempat dalam daftar pemain tertua sepanjang masa di Piala Dunia saat turnamen edisi 2026 dimulai pada 12 Juni mendatang.

Catatan sejarah dunia menunjukkan posisi pertama masih dipegang oleh kiper Mesir Essam El Hadary yang berkompetisi pada usia 45 tahun dan 161 hari.

Statistik Capaian Cristiano Ronaldo bersama Timnas Portugal
Kategori Capaian Jumlah / Status Catatan Kompetisi
Total Gol Internasional Lebih dari 120 Gol Rekor Dunia FIFA
Penampilan Caps 200+ Pertandingan Termasuk Kualifikasi
Target Gol Karier Mendekati 1000 Gol Klub dan Timnas
Rencana Piala Dunia Hingga Tahun 2030 Prediksi Kepelatihan

Asosiasi Sepak Bola Portugal mengonfirmasi tim nasional saat ini menempati peringkat kelima dalam ranking FIFA dan tergabung di Grup K untuk putaran final Piala Dunia 2026.

Skuad asuhan Roberto Martinez dijadwalkan melakoni pertandingan persahabatan melawan Chile di Oeiras pada 6 Juni, sebelum bertolak menuju Houston untuk menghadapi Republik Demokratik Kongo pada 17 Juni.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author