Pelanggan di Singapura Diduga Tipu Pemilik Restoran Modus COD
Seorang pemilik restoran Forture Seafood Steam Boat di Bukit Timah Road, Singapura, bernama Evon diduga menjadi korban penipuan pesanan makanan fiktif dengan kerugian mencapai Rp4 juta.
Aksi dugaan penipuan ini dilakukan oleh seorang pelanggan pria berinisial B melalui modus pembayaran saat pengiriman atau cash on delivery (COD), seperti dilansir dari Detik Food melalui Stomp.sg pada Rabu (3/6).
Kerugian materi yang dialami oleh pemilik usaha kuliner tersebut mencakup pesanan berbagai hidangan seperti ikan kerapu, udang sereal, daging sapi ala Mongolia, hingga iga babi dengan total tagihan sebesar $298 atau sekitar Rp4.050.939.
Kejadian bermula saat B melakukan pemesanan dalam porsi besar untuk diambil pada malam hari, namun pelaku kemudian mengubah permintaan agar makanan diantar ke sebuah unit apartemen Floridian karena alasan mobilnya mogok.
Kecurigaan mulai muncul saat Evon tiba di lokasi pengiriman dan petugas keamanan apartemen menyatakan bahwa unit yang dituju sudah beberapa kali mengalami masalah serupa, di mana penghuninya tidak merasa memesan makanan.
Evon menjelaskan bahwa sistem pemesanan di restorannya memang biasa menerima pre-order dalam jumlah besar melalui telepon tanpa kecurigaan awal.
"Dan ini beroperasi murni berdasarkan kepercayaan," jelas Evon kepada Stomp.
Setelah menyadari adanya kejanggalan di lokasi pengiriman, pemilik restoran langsung menghubungi pelaku untuk menagih pembayaran secara instan karena pelaku enggan keluar menemui pengantar makanan.
"Saya menelepon orang itu dan dia bersikeras bahwa ayahnya sedang menunggu makanan. Saya menuntut agar dia segera membayar saya melalui PayNow, tetapi dia menolak dan mengatakan bahwa dia telah mentransfer uang itu kepada ayahnya," ujar Evon.
Akibat tidak adanya kepastian pembayaran hingga mendekati pukul 20.00 waktu setempat, pengusaha kuliner tersebut memutuskan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.
"Saya yakin dia akan melakukannya lagi," ungkap Evon.
Kasus dugaan penipuan pesanan makanan ini telah dilaporkan secara resmi dan saat ini sedang ditangani oleh pihak kepolisian Singapura, meskipun hingga kini korban belum menerima pembayaran dari pelaku B.