Pekerja Konstruksi Temukan Emas Rp 185 Miliar di Belgia
Sejumlah pekerja konstruksi menemukan batangan dan koin emas senilai US$ 10,4 juta atau sekitar Rp 185,6 miliar saat membangun saluran pembuangan di bawah bekas bangunan pabrik bir di Sint-Gillis-Dendermonde, Belgia, Minggu (16/8/2026).
Temuan harta karun tersebut terjadi ketika para pekerja sedang menyingkirkan fondasi bangunan untuk pemasangan pipa saluran air. Pihak kepolisian yang menerima laporan segera mengamankan seluruh koin dan batangan emas tersebut ke brankas pemerintah federal dengan pengawalan ketat.
Salah satu pekerja konstruksi, Kobe, mengaku tidak menyangka benda yang ia temukan di lokasi penggalian merupakan logam mulia bernilai tinggi.
"Reaksi pertama kami sebenarnya adalah rasa tidak disbelief, terkejut. Tentu saja, kami tidak menyangka akan menemukan emas," kata Kobe kepada VRT News, dilansir dari Fox News.
Proses penggalian awal sempat dikira hanya menemukan koin biasa sebelum akhirnya pekerja menyadari jumlah emas yang tertimbun di lokasi tersebut cukup banyak.
Pemimpin proyek penggalian, Mario, menjelaskan bahwa para pekerja langsung berteriak setelah menyadari koin dan batangan yang ditemukan adalah emas murni.
"Saya pergi melihatnya dan mengambil emas itu di tangan saya. Kami juga terus menggali koin dan batangan emas baru. Baru kemudian kami benar-benar menyadari apa yang telah kami temukan," ucap Mario.
Penemuan emas bernilai ratusan miliar tersebut langsung diserahkan kepada pihak berwajib tanpa ada upaya dari para pekerja untuk menyimpannya secara pribadi.
"Begitu banyak koin dan batangan sehingga hampir tidak mungkin dilakukan. Selain itu, itu juga merupakan pencurian," ucap Mario.
Sesuai dengan regulasi dan hukum yang berlaku di Belgia, penemuan harta karun memiliki batas waktu klaim bagi pemilik sah selama lima tahun. Bangunan bekas pabrik bir tempat ditemukannya emas tersebut saat ini dimiliki oleh organisasi penyedia bantuan kesejahteraan masyarakat Flandria, yang berharap dana dari temuan emas tersebut dapat dialokasikan untuk program sosial masyarakat.