Pearl Abyss Rilis Crimson Desert Sebagai Game Action RPG Single Player
Studio pengembang Pearl Abyss membawa perubahan besar dalam proyek terbarunya. Game Crimson Desert mengalami transformasi signifikan dari rencana awal pengembangannya. Seperti dilansir dari Gamebrott, Crimson Desert awalnya dirancang sebagai prekuel dari game populer Black Desert Online.
Namun, pihak studio memutuskan untuk mengubah arah pengembangan game tersebut. Pearl Abyss kemudian mengesampingkan elemen live-service. Studio ini memproduksi ulang Crimson Desert menjadi game naratif independen berbasis Action RPG Single-player yang rilis pada 19 Maret 2026.
Langkah ini membuat Crimson Desert berdiri sendiri tanpa ketergantungan pada cerita Black Desert Online. Para pemain baru dapat langsung menikmati permainan ini tanpa harus mendalami game pendahulunya.
Permainan ini mengambil latar tempat di sebuah benua bernama Pywel. Wilayah luas ini terbagi ke dalam lima daerah utama, yaitu Hernand, Pailune, Demeniss, Delesyia, dan Crimson Desert. Setiap daerah dirancang memiliki karakteristik unik yang membedakannya dengan wilayah lain. Perbedaan tersebut mencakup aspek visual, suasana, arsitektur bangunan, ancaman, hingga dinamika politik setempat.
Hernand menjadi wilayah awal yang menyajikan area luas dan tampak hidup dengan kota-kota ramai. Reruntuhan kuno tersebar di berbagai sudut, sementara teka-teki lingkungan tersembunyi di balik bangunan tua. Pemain dapat menemukan harta karun tersembunyi yang tidak terdeteksi oleh peta. Pearl Abyss membangun Pywel sebagai tempat yang memicu rasa ingin tahu, bukan sekadar penanda ikon di peta.
Kisah Kliff dan Pengaruh Abyss
Pemain akan mengendalikan karakter bernama Kliff yang merupakan pemimpin faksi tentara bayaran Greymanes. Kelompok ini memiliki reputasi tinggi dan keahlian pedang yang mumpuni. Cerita dimulai dari momen kekalahan akibat sebuah penyergapan yang mengacaukan faksi tersebut.
Kliff harus mengumpulkan kembali anggotanya yang terpisah di tengah situasi politik Pywel yang tidak stabil. Seiring berjalannya cerita, elemen dari alam misterius bernama Abyss mulai muncul. Abyss merupakan sekumpulan pulau melayang yang menjatuhkan artefak berkekuatan luar biasa ke dunia bawah.
Kehadiran artefak ini memberikan kekuatan besar bagi pemiliknya. Mekanik tersebut turut memengaruhi jalannya narasi serta sistem pertempuran di dalam game.
Sistem Pertempuran yang Dinamis
Crimson Desert melanjutkan tradisi Pearl Abyss dalam menghadirkan sistem pertempuran yang mendalam. Pilihan senjata yang tersedia meliputi pedang, perisai, pedang besar, tombak, kapak, hingga senjata jarak jauh. Sistem combat ini memungkinkan pergerakan yang saling terhubung dari satu senjata ke senjata lain.
Pemain dapat mengombinasikan pukulan, tendangan, hingga bantingan dalam rantai serangan yang bisa dikustomisasi. Pertempuran melawan bos besar menuntut pemahaman pola serangan, ketepatan waktu tangkisan, dan momen yang pas. Setiap bos dilengkapi dengan Abyss Artifact yang memberikan kemampuan unik.
Progres perlengkapan dapat diperoleh melalui tiga cara, yaitu membelinya dari pedagang, mencari di peta tertentu, atau melakukan kerajinan. Pemain bisa mengumpulkan bahan dari berburu, menambang, dan menyelesaikan misi.
Sistem jelajah dalam game ini juga berkembang secara bertahap sepanjang permainan. Perjalanan dimulai dengan berjalan kaki dan menunggangi kuda. Kemampuan baru akan terbuka seiring berjalannya waktu permainan. Pemain nantinya dapat memanjat tebing, melayang menggunakan sihir, menunggangi naga, hingga mengendarai robot raksasa bertenaga super.