PDIP Bantah Tudingan Gerakkan Aksi Mahasiswa BEM Bersatu

Share

Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah membantah tuduhan aliansi mahasiswa BEM Bersatu terkait adanya dugaan keterlibatan partai dalam menggerakkan aksi demonstrasi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (17/6/2026), seperti dilansir dari Detikcom.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul tudingan dari BEM Bersatu yang menyebut salah satu penggerak aksi, Tiyo Ardianto, memiliki kedekatan dengan tokoh partai berlambang banteng tersebut.

"Dipastikan, PDI Perjuangan, sesuai dengan perintah Ibu Ketua Umum, terhadap berbagai demonstrasi, baik akhir Agustus yang lalu maupun turunnya adik-adik mahasiswa, tidak ada sama sekali keterlibatan dari PDI Perjuangan. Baik itu sebagai kader, maupun sebagai anggota," kata Said di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Said menambahkan bahwa tindakan mobilisasi massa semacam itu bukan merupakan metode yang digunakan oleh partainya. Ia juga meminta agar kehadiran sosok politikus seperti Andi Widjajanto di tengah massa tidak diartikan sebagai representasi institusi partai.

"Tegas yang disampaikan Ibu, karena itu bukan cara-cara PDI Perjuangan. Termasuk ketika termonitor oleh berbagai pihak, keikutsertaan atau jalan-jalan yang terlihat seperti Andi Widjajanto, itu sama sekali tidak boleh ditafsirkan bahwa itu adalah PDI Perjuangan," ungkap Said.

Pihak partai juga menanggapi isu mengenai mobil Fortuner yang digunakan oleh Tiyo, yang dilaporkan terdaftar atas nama Siti Nuraeni. Perempuan tersebut diketahui merupakan adik dari Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso sekaligus besan dari Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa.

"Kalau dia ada besanan, ada famili, itu, itu kan nggak, bukan soal, yang kita bukan tidak pada tempatnya kita mempermasalahkan kedekatan kekeluargaan. Akan tetapi kalau itu dikait-kaitkan, menurut hemat saya, sangat tidak make sense sama sekali," kata Said.

Said menjamin bahwa institusinya menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasi melalui unjuk rasa. Menurutnya, demonstrasi adalah hal yang sah selama berjalan dengan tertib dan tidak menimbulkan kerusakan.

"Saya pastikan dan saya jamin bahwa PDI Perjuangan tidak akan pernah terlibat dengan cara-cara yang seperti itu. Bahwa bagi PDI Perjuangan siapapun yang demo, asal tidak merusak, menyuarakan aspirasi, sah-sah saja. Sebatas itu," tambah Said.

Lebih lanjut, Said menyatakan bahwa mahasiswa memiliki independensi berpikir yang tinggi sehingga tidak dapat digerakkan atas perintah pihak luar.

"Tapi mengorganisir, mendekati, supaya orang demo, apalagi mahasiswa nggak bisa diperintah, ya, itu di luar jangkauan kami semua," ujar Said.

Sebelumnya, tudingan terhadap jaringan politik ini disampaikan oleh perwakilan BEM Bersatu dalam sebuah konferensi pers di Utan Kayu, Jakarta Timur, pada Selasa (16/6/2026).

Ketua BEM Hukum UIC Rahmat Djimbula menyoroti fasilitas kendaraan yang digunakan mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto serta kehadiran tokoh politik di lapangan.

"Mobil Fortuner yang digunakannya diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Dugaan ini diperkuat kehadiran politikus PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi," kata Djimbula.

BEM Bersatu menduga ada jejaring politik praktis yang menunggangi pergerakan ini setelah melihat rencana kehadiran Tiyo dalam forum dialog bersama sejumlah tokoh nasional seperti Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan dr. Tifa.

"Dalam forum yang sama, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso juga tercatat hadir, menunjukkan adanya jejaring yang patut dicermati," ujarnya.

Kelompok mahasiswa ini menyatakan penolakan terhadap narasi krisis yang dianggap tidak berbasis data utuh, karena berpotensi memecah fokus masyarakat dari esensi gerakan rakyat.

"Kami, BEM Bersatu, menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan," ucap Djimbula.

BEM Bersatu juga menyampaikan tiga tuntutan resmi, yakni sterilisasi gerakan dari intervensi politik, dukungan bersyarat terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis, serta pengusutan tuntas kasus korupsi di Indonesia. Detikcom telah berupaya menghubungi Tiyo Ardianto untuk meminta konfirmasi terkait pernyataan BEM Bersatu tersebut, namun belum menerima jawaban.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author