PDI Perjuangan Jawa Timur Gencar Restrukturisasi Pengurus Tingkat Ranting
Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan di beberapa wilayah Jawa Timur gencar menggelar Musyawarah Ranting sejak pertengahan Juli 2026 guna memperkuat struktur organisasi partai di tingkat akar rumput menghadapi Pemilu 2029.
Restrukturisasi pengurus ini berlangsung di Kabupaten Blitar, Kabupaten Magetan, hingga Kota Surabaya dengan melibatkan target kuota kader perempuan dan generasi muda secara berjenjang dari tingkat terbawah.
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar mempercepat Musyawarah Ranting di 22 kecamatan dan menargetkan rampung sebelum 17 Agustus 2026, di mana wilayah Blitar Barat seperti Nglegok, Ponggok, dan Udanawu digelar serentak.
"Kami bangga melihat kekompakan PAC, ranting, dan anak ranting di tiga kecamatan ini. Semangatnya luar biasa dan kami berharap menjadi contoh bagi PAC lainnya," ujar Guntur Wahono, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar pada Senin (20/7/2026).
Guntur Wahono menambahkan agenda ini juga berfungsi mengevaluasi kinerja serta memicu semangat kepengurusan tingkat bawah melalui pemberian dukungan dana operasional bagi PAC dengan kinerja terbaik.
"Besarnya jumlah ranting dan anak ranting merupakan modal penting bagi partai. Ditambah lagi, perolehan suara PDI Perjuangan di Ponggok selama ini selalu menjadi yang terdepan. Kami optimistis tren positif ini bisa dipertahaman hingga Pemilu 2029," kata Guntur Wahono, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar.
Kecamatan Ponggok tercatat menyumbang sekitar 25.500 suara pada Pemilu Legislatif 2024 dengan tingkat kehadiran pengurus Musran mencapai 98 persen.
"Generasi muda mulai tertarik bergabung karena memahami nilai-nilai perjuangan Bung Karno sebagai penggali Pancasila. Semangat itu terlihat dalam Musran kali ini, di mana hampir seluruh pengurus hadir dan siap memperkuat organisasi hingga tingkat anak ranting," ujar Edi Sutikno, Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Ponggok.
Sementara itu, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menggelar Musran dan Musyawarah Anak Ranting secara bertahap sejak Selasa (14/7/2026) di seluruh kecamatan, desa, dan kelurahan.
"Musran and Musanran adalah momentum konsolidasi untuk menyatukan langkah dan mempertegas visi perjuangan partai. Kami ingin seluruh struktur, mulai dari ranting hingga anak ranting, memiliki semangat yang sama, yaitu hadir dan bekerja bersama rakyat," ujar Diana Sasa, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan dalam keterangannya pada Rabu (15/7/2026).
Diana Sasa menekankan penguatan difokuskan pada peningkatan kapasitas kader ranting sebagai ujung tombak yang berinteraksi langsung dengan warga masyarakat.
"Mesin partai harus terus kita panaskan, tetapi bukan semata-mata untuk menghadapi kontestasi politik (elektoral). Yang lebih penting adalah memastikan mesin partai terus bergerak melayani masyarakat, menyerap aspirasi, dan menjaga kepercayaan rakyat," tegas Diana Sasa, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan.
Di Kota Surabaya, pergerakan serupa difokuskan pada penguatan internal melalui keterlibatan aktif Generasi Z dalam kepengurusan ranting untuk melanjutkan fondasi organisasi.
"Yang sudah dirawat, dijaga, dan dikonsolidasikan oleh almarhum Adi Sutarwijono harus terus dilanjutkan. Soliditas partai tidak boleh berhenti. Justru harus diperkuat melalui kaderisasi, regenerasi, dan keterlibatan generasi muda dalam struktur organisasi," tegas Anas Karno, Pembina Wilayah Dapil 3 sekaligus Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya pada Sabtu (18/7/2026).
Langkah merangkul anak muda ini didorong baik dari lingkungan internal keluarga kader maupun simpatisan baru di wilayah Rungkut.
"Kami mendorong hadirnya Gen Z, baik yang berasal dari anak biologis kader maupun anak ideologis partai, agar ikut masuk dan berproses dalam struktur pengurus ranting maupun anak ranting," kata Moch Fauzan Mukadar, Pembina Wilayah PAC Rungkut sekaligus Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya.
Mekanisme pemilihan pengurus di Surabaya berjalan dari tingkat RW yang mengusulkan nama ke pengurus ranting, dilanjutkan ke PAC, hingga diputuskan DPC.
"Ini adalah proses rutin lima tahunan. Setiap lima tahun partai memang melakukan pergantian pengurus. Kemarin kami menggelar rapat dalam rangka mengusulkan calon Ketua Ranting di tingkat kelurahan," ujar Tri Didik Adiono, Anggota Komisi A DPRD Surabaya sekaligus Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bubutan pada Senin (13/7/2026).
Didik menerangkan proses penyaringan dijalankan sepenuhnya dari tingkat bawah untuk menghasilkan figur pemimpin tingkat kelurahan yang kompeten.
"Artinya proses ini benar-benar dari bawah. Kami di PAC hanya menerima dan menyampaikan usulan ke DPC. Nanti DPC yang memusyawarahkan siapa yang paling layak menjadi Ketua Ranting di masing-masing kelurahan," kata Tri Didik Adiono, Anggota Komisi A DPRD Surabaya sekaligus Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bubutan.
Keterwakilan anak muda di Kecamatan Bubutan telah dipenuhi dengan menargetkan empat dari sembilan orang pengurus berasal dari kalangan Gen Z.
"Harapannya yang terpilih benar-benar orang yang kompeten, mampu mengorkestrasi organisasi di wilayahnya, bisa memilih tim kepengurusan yang baik, serta memiliki track record yang bagus di masyarakat," ungkap Tri Didik Adiono, Anggota Komisi A DPRD Surabaya sekaligus Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bubutan.
Tahapan berikutnya mengenai penetapan dan jadwal pelantikan pengurus ranting baru masih menunggu keputusan resmi dari DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.
"Dari sembilan orang pengurus, minimal empat harus berasal dari Gen Z. Ketentuan itu sudah terpenuhi dalam proses pengusulan yang berjalan," jelas Tri Didik Adiono, Anggota Komisi A DPRD Surabaya sekaligus Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bubutan.
"Kami hanya menyampaikan usulan. Nanti DPC yang menentukan tahapan berikutnya, termasuk kapan penetapan dan pelantikannya," ujar Tri Didik Adiono, Anggota Komisi A DPRD Surabaya sekaligus Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bubutan memungkasi keterangan.