PBB Kekurangan Dana untuk Bantu Warga Afghanistan
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan sebanyak 21,9 juta warga Afghanistan sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan pada tiga bulan pertama tahun 2026. Laporan krisis kemanusiaan yang kian memprihatinkan ini dirilis oleh media lokal TOLOnews pada Minggu (24/5/2026).
Target utama program bantuan kemanusiaan yang telah dirancang OCHA sebenarnya menyasar 17,5 juta orang. Namun, realisasi penyaluran di lapangan masih jauh dari target akibat terkendala krisis anggaran yang akut.
Badan kemanusiaan PBB tersebut sejauh ini baru berhasil menjangkau sekitar 4,7 juta individu. Jumlah penerima bantuan itu baru merepresentasikan sekitar 27 persen dari total populasi yang menjadi target utama.
Anggaran yang dibutuhkan OCHA untuk mengatasi seluruh kebutuhan darurat di Afghanistan mencapai USD1,7 miliar atau sekitar Rp27,2 triliun. Defisit anggaran terjadi karena dana yang berhasil dikumpulkan hingga kini baru menyentuh angka USD195 juta dolar atau berkisar 11 persen dari total kebutuhan.
Kelompok anak-anak dan perempuan menjadi pihak yang paling mendominasi berdasarkan data demografi penerima bantuan yang disalurkan oleh OCHA. Minimnya pasokan finansial dari dunia internasional terus membayangi kelangsungan operasi kemanusiaan ini.
| Kelompok Penerima | Persentase |
|---|---|
| Anak-anak | 49 persen |
| Perempuan | 30 persen |
| Laki-laki dewasa | 21 persen |
Masa depan jutaan warga rentan di Afghanistan diprediksi akan semakin terpuruk dalam ketidakpastian jika situasi defisit anggaran internasional ini terus berlanjut.