Paus Leo XIV Tegaskan Tidak Ada Perang yang Adil di Iran
Pandangan mengenai doktrin konflik global kembali mengemuka setelah pemimpin tertinggi Katolik angkat bicara mengenai ketegangan geopolitik saat ini. Dilansir dari Bloombergtechnoz, Paus Leo XIV menyatakan sikap tegasnya yang menolak pembenaran militer terhadap konflik yang terjadi di Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan di atas pesawat kepausan dalam penerbangan menuju Spanyol. Sikap ini muncul untuk menanggapi Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance yang menggunakan pemikiran Santo Agustinus demi melegitimasi aksi militer sebagai bentuk perang yang adil.
Sebagai seorang biarawan dari ordo Agustinian, Paus Leo XIV menolak keras penafsiran teologis tersebut untuk mendukung pertempuran. Menurutnya, konsep lama mengenai perang yang sah sudah tidak lagi relevan dengan kondisi teknologi militer pada masa kini.
"Saya rasa hal ini sudah dinyatakan dengan sangat jelas: tidak ada perang yang adil di sana," tegas Paus di sela kunjungannya ke Spanyol.
"Masalahnya adalah teori tentang perang yang adil itu berasal dari abad-abad lampau. Teori itu bahkan belum mempertimbangkan jenis senjata dan kapasitas kehancuran yang dimiliki manusia saat ini."
Ketegangan antara Vatikan dan Washington dilaporkan terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Presiden AS Donald Trump kerap menunjukkan kekesalan kepada Paus asal Amerika pertama dalam sejarah tersebut melalui media sosial akibat kritik terhadap operasi militer AS.
Perselisihan ini bahkan menyeret Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni yang membela Paus dari makian Trump, hingga membuat Meloni turut menjadi sasaran kemarahan sang Presiden AS. Di sisi lain, Paus Leo XIV memilih tetap teguh pada prinsipnya tanpa ingin memperpanjang aksi saling balas dengan Trump.
Selain membahas masalah politik luar negeri, Paus juga merespons pertanyaan media mengenai turnamen sepak bola Piala Dunia yang akan berlangsung selama 39 hari di 16 kota dengan tuan rumah bersama AS, Meksiko, dan Kanada.
"Saya tentu saja akan mendukung AS, meskipun saya tidak yakin berapa banyak pertandingan yang bisa saya tonton," jawabnya.
Paus Leo XIV menambahkan bahwa negara yang dekat di hatinya seperti Peru dan tempat Vatikan berada, Italia, tidak lolos kualifikasi. Oleh karena itu, ia memilih untuk mengamati performa dari negara-negara yang tidak diunggulkan.
Dalam rangkaian perjalanan ini, Paus dijadwalkan mengunjungi wilayah Madrid, Barcelona, dan Kepulauan Canary. Agenda kunjungan ini bertepatan dengan tur konser penyanyi Puerto Rico, Bad Bunny, yang sedang menarik perhatian besar masyarakat setempat.
Sambil berseloroh, Paus mengakui daya tarik sang bintang musik yang luar biasa di kalangan publik saat ini.
"Jika orang dihadapkan pada pertanyaan, 'Apakah Anda ingin menonton Bad Bunny atau ingin bertemu paus?' saya rasa banyak yang akan memilih Bad Bunny," katanya.
"Tetapi saya pikir masih akan ada beberapa orang yang datang menemui paus. Dan itu sudah membuktikan sesuatu, bukan?"
Saat pembicaraan beralih ke ranah domestik Spanyol mengenai persaingan ketat antara klub sepak bola Real Madrid dan FC Barcelona, pemimpin gereja ini memberikan respons yang diplomatis namun penuh teka-teki.
"Itu sudah jelas, tetapi kalau saya mengatakannya…" ujarnya.
"Paus mendukung semua tim, tetapi Prevost mendukung Real Madrid!"