Pasukan Israel Tembak Tiga Remaja Palestina di Tepi Barat
Pasukan Israel menembak tiga remaja Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat pada Senin (6/7/2026), yang mengakibatkan satu orang tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Insiden penembakan yang menargetkan anak-anak tersebut dilaporkan terjadi di kawasan kamp pengungsi Qalandia yang berada di dekat Ramallah. Dua korban yang mengalami luka-luka diketahui merupakan anak laki-laki yang masih berusia 14 tahun.
Pihak otoritas medis setempat memberikan konfirmasi resmi mengenai identitas korban jiwa serta rincian kondisi para korban pasca-serangan di kamp pengungsi tersebut.
"Waleed Nidal Waleed Abu Sneineh yang berusia 16 tahun dinyatakan meninggal setelah ditembak oleh pasukan Israel," kata kementerian tersebut.
Melalui pernyataan lanjutan, otoritas kesehatan juga memaparkan situasi medis yang dialami oleh dua remaja lain yang menjadi sasaran tembak dalam peristiwa yang sama.
"Dua anak lainnya mengalami luka tembak di tungkai bawah dalam insiden yang sama," lanjut Kementerian Kesehatan Palestina.
Sementara itu, pihak militer Israel tidak segera memberikan tanggapan saat dimintai komentar mengenai operasi pembersihan atau penembakan yang terjadi di dekat Ramallah tersebut.
Eskalasi kekerasan di Tepi Barat, wilayah yang diduduki Israel sejak 1967, terus mengalami lonjakan yang signifikan sejak meletusnya perang di Jalur Gaza pada Oktober 2023.
Berdasarkan data yang dihimpun dari kementerian kesehatan Palestina, tindakan tentara maupun pemukim Israel telah menewaskan sedikitnya 1.087 warga Palestina di Tepi Barat sejak Oktober 2023, mencakup kelompok militan serta warga sipil.
Di sisi lain, catatan resmi dari otoritas Israel menunjukkan bahwa setidaknya 46 warga Israel, yang terdiri dari tentara dan warga sipil, tewas akibat serangan warga Palestina atau selama berjalannya operasi militer Israel di Tepi Barat sejak konflik Gaza dimulai.