Pasangan Pengantin di Cakung Tertipu Wedding Organizer Rp 85,5 Juta
Nasib malang menimpa pasangan Aldi (32) dan Feny (32) yang menjadi korban penipuan oleh sebuah penyedia jasa pernikahan atau wedding organizer (WO) di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Akibat kejadian tersebut, kedua mempelai terpaksa menggelar acara resepsi dengan segala keterbatasan setelah uang mereka dibawa kabur oleh pihak pengelola WO.
Kasus dugaan tindak pidana ini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Seperti dikutip dari Detikcom, total kerugian materi yang dialami oleh pasangan pengantin ini mencapai Rp 85,5 juta.
Kisah ini bermula saat Feny mencari informasi mengenai penyedia jasa pernikahan melalui media sosial Instagram. Setelah melihat berbagai penawaran paket pernikahan yang menarik, Feny dan Aldi akhirnya sepakat untuk memilih WO tersebut untuk mengurus hari bahagia mereka.
Pasangan ini sempat mengikuti sesi pengujian makanan atau test food yang diselenggarakan oleh pihak WO setelah mereka menyetorkan uang muka. Dalam kegiatan tersebut, Feny melihat kesiapan para staf yang bertugas, mulai dari vendor dekorasi, perias wajah, pembawa acara, hingga contoh pelaminan dan sajian makanan prasmanan.
Proses persiapan berlanjut dengan agenda mencicipi atau fitting baju pengantin yang bertempat di kantor WO di kawasan Jakarta Garden City (JGC), Cakung. Pasangan tersebut kemudian melunasi seluruh pembayaran secara bertahap pada awal April 2026, dan sempat menambah jumlah pesanan tamu pada 11 Mei 2026.
Rasa curiga mulai dirasakan oleh kedua calon mempelai saat mengadakan rapat persiapan atau technical meeting yang dilaksanakan secara daring. Pertemuan tersebut dinilai tidak profesional karena berjalan dalam waktu yang sangat singkat.
"Technical meeting cuma sekitar 10 menit dan sangat tidak detail. Saya tanya soal rundown, alur masuk venue, pembagian sesi tamu, semuanya dijawab nanti diinformasikan satu hari sebelum acara (H-1)," jelas Feny, dikutip Antara, Senin (24/5/2026).
Feny merasa janggal karena proses koordinasi ini sangat berbeda dengan persiapan pernikahan pada umumnya yang biasanya digelar langsung di lokasi acara. Kecurigaan mereka semakin menguat setelah mendengar kabar adanya konsumen lain yang mengeluhkan kinerja buruk WO tersebut terkait keterlambatan katering dan porsi makanan yang tidak sesuai.
Pengelola WO Melarikan Diri Menjelang Acara
Kecurigaan tersebut terbukti pada 13 Mei 2026 atau sepuluh hari sebelum acara pernikahan digelar. Pihak pengelola Gedung Islamic Center Bekasi menghubungi Aldi dan Feny untuk mengabarkan bahwa uang sewa gedung belum dilunasi oleh pihak WO.
"Dari pihak Islamic Center bilang masih kurang pembayaran sekitar Rp 17,5 juta. Ternyata pihak WO baru bayar DP sekitar Rp 6 juta," ujar Feny.
Mendapat kabar tersebut, pasangan ini berulang kali mencoba menghubungi pihak WO namun tidak mendapatkan jawaban yang pasti. Hingga akhirnya pada satu hari menjelang pernikahan, Aldi dan Feny mendatangi langsung kantor WO di JGC dan mendapati tempat tersebut sudah dalam keadaan kosong.
"Pas kita datang, ternyata galerinya sudah kosong. Kata orang sekitar, pindah ke Rorotan," ungkap Aldi.
Mereka kemudian menelusuri keberadaan gudang milik WO tersebut di daerah Rorotan. Di lokasi baru itu, mereka berhasil menemui pengelola WO yang terus memberikan alasan berbelit-belit mengenai keterlambatan pembayaran sewa gedung acara.
"Kita minta kepastian pembayaran karena sudah H-1. Mereka billing deposito belum cair dan janji akan dibayar jam empat sore," ucap Aldi.
Pemilik WO sempat menandatangani surat pernyataan di atas meterai sebagai bentuk tanggung jawab untuk menyelenggarakan acara. Namun, tidak lama setelah itu, pemilik WO langsung pergi meninggalkan lokasi dengan dalih memiliki urusan lain yang harus diselesaikan.
Kondisi di lapangan semakin tidak kondusif ketika beberapa pekerja di bidang dekorasi dan katering mengaku sama sekali tidak mendapatkan instruksi kerja dari pemilik WO. Akibat tidak adanya kepastian mengenai upah dan pekerjaan, sebagian pekerja akhirnya memilih untuk meninggalkan lokasi.
"Kami akhirnya yakin acara resepsi kemungkinan besar tidak akan berjalan," tutur Aldi.