Partai Republik AS Bersiap Hadapi Era Pasca-Kepemimpinan Trump

Share

Partai Republik di Utah mulai menyusun strategi politik tanpa mengandalkan nama Presiden Donald Trump dalam kampanye mereka pada Selasa, 23 Juni 2026. Langkah ini diambil di tengah penurunan tingkat kepuasan warga Utah terhadap kinerja Trump yang mencapai rekor terendah sebesar 44 persen menurut jajak pendapat Deseret News dan Hinckley Institute of Politics pada April lalu. Meskipun Utah merupakan basis kuat Republik yang konsisten memenangkan kandidat partai tersebut sejak 1964, hubungan pemilih di negara bagian ini dengan Trump tergolong rumit.

Pengaruh Trump yang mulai menyusut membuat para kandidat legislatif di Distrik Kongres ke-3 Utah, seperti Rep. Celeste Maloy dan mantan Rep. Negara Bagian Phil Lyman, memilih fokus pada isu-isu lokal daripada menunjukkan loyalitas personal kepada sang presiden.

Chris Karpowitz, profesor ilmu politik di Brigham Young University, menilai strategi menjauhkan nama Trump ini sebagai langkah logis bagi wilayah yang siap bergerak maju setelah masa jabatan kedua Trump berakhir.

"Ada banyak pemilih Republik di Utah yang bisa dibilang telah berdamai dengan Donald Trump sehingga bersedia memilihnya," kata Karpowitz.

Karpowitz menambahkan bahwa hal tersebut tidak otomatis berarti pemilih menyetujui gaya politik atau kebijakan yang dikejar oleh Trump. "Mereka setia kepada partai, bukan kepada presiden," ujar Karpowitz.

Di sisi lain, Phil Lyman yang dikenal sebagai bagian dari faksi konservatif garis keras, memilih untuk mengedepankan isu pembatasan kekuasaan pemerintah federal dan independensi konstitusi dalam kampanyenya. "Apa yang dipertaruhkan di sini adalah apakah kita akan menuju ke model kekuasaan terpusat yang teknokratis kolektivis, atau apakah kita akan mempertahankan otonomi individu independen Amerika," kata Lyman kepada NPR.

Lyman mengindikasikan ketertarikannya pada Freedom Caucus, sebuah koalisi ultra-konservatif di Kongres yang dikenal kerap berseberangan dengan arus utama partai. "Saya tidak setuju dengan semua orang di Freedom Caucus, tetapi ketika saya melihat motif mereka, sepertinya mereka setia pada Konstitusi, setia pada konstituen mereka, dan setia pada kebebasan," ujar Lyman. Pergeseran strategi ini diperkirakan meluas ke tingkat nasional menjelang Pemilu Presiden 2028, di mana Wakil Presiden JD Vance diprediksi menghadapi tantangan dari sejumlah tokoh kuat Republik seperti Ron DeSantis, Brian Kemp, Glenn Youngkin, dan Mike Pompeo dilansir dari Fox News.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author