Parlemen Iran Peringatkan AS Patuhi Komitmen Perjanjian
Ketua Parlemen Iran Mohammad-Baqer Qalibaf memperingatkan Amerika Serikat agar tidak mengingkari komitmen dalam potensi nota kesepahaman atau perjanjian dengan negaranya pada Sabtu (13/6/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Pernyataan tegas dari pihak Teheran ini muncul setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menguraikan draf kesepakatan yang berpotensi menyudahi konflik regional secara resmi di semua front, termasuk Lebanon.
"Komitmen yang dibuat harus ditepati. Tidak ada jika, tidak ada tetapi, tidak ada alasan," tulis Qalibaf dalam sebuah unggahan di media sosial X, seperti dilansir media Iran, Press TV, Sabtu (13/6/2026).
Melalui platform digital tersebut, ia juga menekankan konsekuensi yang akan dihadapi oleh pihak Washington jika melanggar kesepakatan tersebut.
"Untuk kesepakatan yang akan datang, tidak ada cara lain. Anda menuai apa yang Anda tabur," tambahnya.
Di sisi lain, pengumuman mengenai draf dokumen yang dinamakan Memorandum Kesepahaman Islamabad tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah IRIB, yang juga dilaporkan Anadolu Agency pada Sabtu (13/6/2026).
"Berakhirnya perang akan diumumkan di semua front, termasuk Lebanon," katanya.
Araghchi menjelaskan bahwa proses negosiasi tahap kedua diproyeksikan berjalan selama 60 hari dengan opsi perpanjangan waktu berdasarkan kesepakatan bersama.
"Mereka memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengingkari janji mereka," katanya saat mengingatkan riwayat ketidakpatuhan pihak lawan pada masa lalu.
Apabila kemajuan yang ditargetkan gagal dicapai dalam kurun waktu tersebut, proses diplomasi ini dipastikan tidak akan menghasilkan perjanjian akhir dan situasi akan kembali ke kondisi semula sebelum adanya nota kesepahaman.