PAN menanggapi Megawati soal PDIP di luar kabinet

Share

Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi menanggapi pernyataan Megawati Soekarnoputri bahwa PDIP tidak masuk kabinet dan berada di luar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai penyeimbang. Viva menilai pemerintahan presidensial tidak mengenal oposisi sebagai lembaga negara dan menekankan fungsi koreksi melalui check and balances.

Viva mengatakan pemerintahan presidensial, secara konstitusional, tidak mengenal istilah partai oposisi sebagai lembaga negara sebagaimana sistem parlementer.

"PAN sepakat dengan pemikiran PDIP dan Ibu Megawati Sukarnoputri bahwa pemerintahan presidensial di Indonesia, secara konstitusional tidak mengenal adanya istilah partai oposisi sebagai lembaga negara, seperti sistem pemerintahan parlementer. Yang ada itu partai politik yang mendukung pemerintah atau tidak bergabung dalam kabinet di pemerintahan," kata Viva Yoga kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).

Dilansir dari Detikcom, Viva menyatakan tidak ada satu pun pasal di UUD 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, atau kabinet bayangan, serta mengaitkannya dengan kebutuhan demokrasi untuk mengawasi jalannya pemerintahan.

"Secara praktik empiris itu hanyalah terminologi politik untuk menyederhanakan dan memberikan penjelasan tentang posisi politik dari partai politik terhadap kekuasaan pemerintahan. Secara filosofis, demokrasi tidak menghendaki semua kekuatan politik berada di dalam pemerintahan," ujar Viva.

Viva menegaskan demokrasi memerlukan mekanisme pengawasan agar pemerintah yang kuat tidak menyalahgunakan kekuasaan.

"Demokrasi membutuhkan dua fungsi secara simultan, yakni fungsi memerintah (governing) dan fungsi koreksi, mengontrol, dan atau mengawasi (checking). Dalam teori demokrasi modern, pemerintah yang kuat harus diimbangi dengan mekanisme pengawasan yang kuat agar tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power)," tambahnya.

Menurut Viva, keberadaan partai di luar pemerintahan tidak otomatis berarti permusuhan, melainkan bagian dari instrumen demokrasi.

"Karena itu, keberadaan partai yang tidak bergabung dalam pemerintahan bukanlah musuh pemerintah, melainkan menjadi salah satu instrumen demokrasi. Pemerintah membutuhkan dukungan agar dapat bekerja, tetapi demokrasi membutuhkan pengawasan agar kekuasaan tidak menyimpang," katanya.

Viva menyebut posisi PDIP mampu menjalankan koreksi terhadap pemerintah serta melakukan check and balances terhadap kebijakan yang diambil pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

"Di situlah posisi PDI Perjuangan dalam politik, yakni sebagai kekuatan 'oposisi konstruktif' yang tidak menjadi bagian dari kabinet, tetapi menjalankan fungsi check and balances dalam melakukan koreksi dan pengawasan, mendukung kebijakan pemerintah yang sesuai kepentingan rakyat, serta mengkritik kebijakan yang dianggap tidak tepat," tambahnya.

Megawati sebelumnya menyampaikan ceritanya berkomunikasi dengan Prabowo mengenai posisi PDIP, termasuk keputusan agar partai berada di luar kabinet sebagai penyeimbang.

"Yang namanya negara kita ini kan namanya adalah dengan sistem presidensial, betul atau tidak? Betul toh, kok saya selalu diomongin oposisi. Memangnya ada di dalam sistem presidensial? No oposisi, tidak ada koalisi," kata Megawati saat pidato di acara tersebut.

Megawati juga meminta semua pihak membaca kembali sistem pemerintahan Indonesia, serta membedakan oposisi dan koalisi pada sistem parlementer.

"Silakan baca kalau tidak percaya. Baca jangan g** gitu aja. 'Ibu Megawati tenang aja ngomong gitu karena oposisi'. Haduh, mau dilawan nggak ngerti, dilawannya b**, lah piye, itu kan yang namanya sistem parlementer, benar apa nggak? Benar, makanya saya bilang saya baca tapi saya suka lupa pasal, jadi nggak ada," ucap Megawati.

Dilansir dari Detikcom, Megawati membeberkan obrolannya dengan Presiden Prabowo dan menegaskan keputusan PDIP tidak masuk kabinet.

"Makanya saya katakan 'Pak Prabowo, Mas Presiden, saya minta untuk…', saya datang benar ngomong baik-baik saya tidak akan ditawari untuk masuk, 'Saya tidak masuk ke kabinet, Pak, terima kasih banget, saya akan berada di luar sebagai penyeimbang'. Dengerin tuh semua, saya bukan oposisi tahu, enak aja!" tegas Megawati.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author