Palestina Desak Amerika Serikat Hentikan Pencaplokan Wilayah oleh Israel

Share

Otoritas Palestina mendesak Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan tindakan aneksasi wilayah yang terus dilakukan oleh militer Israel. Permintaan ini disampaikan langsung oleh perwakilan Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (5/6/2026) waktu setempat, seperti dilansir dari Detikcom.

Pihak Palestina meyakini bahwa Presiden AS Donald Trump memiliki pengaruh besar untuk menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Langkah tegas dari Washington dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah tersebut.

Duta Besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, menegaskan posisi tersebut saat memberikan keterangan kepada awak media.

"Saya mengetahui bahwa Presiden Trump mampu, dan dia memiliki sarana untuk menghentikan Netanyahu, agar seluruh kawasan tidak terus berada dalam kekacauan…dan untuk bergerak ke arah perdamaian dan keadilan, itulah sebabnya sebagian besar dari kita bekerja sama dengan mereka," kata Riyad Mansour, Duta Besar Palestina untuk PBB.

Mansour juga menambahkan adanya pesan-pesan sebelumnya yang telah disampaikan oleh pihak AS kepada pemimpin Israel tersebut guna meredakan situasi ketegangan geopolitik yang sedang terjadi.

"Kita mengetahui bahwa dia mengatakan kepada Netanyahu, termasuk baru-baru ini, untuk menghentikan omong kosong di Lebanon, menghentikan kegilaan ini. Anda tahu Anda tidak diizinkan untuk mencaplok tanah tersebut," ujarnya, Duta Besar Palestina untuk PBB.

Sikap Palestina ini mendapatkan dukungan penuh dari Arab Group. Blok geopolitik bentukan negara-negara Arab di PBB tersebut menyatakan solidaritas regional atas meningkatnya agresi pemukim serta kekerasan militer dari Tel Aviv.

Duta Besar Arab Saudi, Abdulaziz Alwasil, mewakili Arab Group, menyatakan ketegasan sikap blok tersebut terhadap kebijakan yang dijalankan Israel.

"Israel terus menerapkan kebijakan yang sama dengan aneksasi yang dipercepat dan perlucutan sistematis hak-hak Palestina," kata Abdulaziz Alwasil, Duta Besar Arab Saudi.

Alwasil kemudian menguraikan pandangan Arab Group mengenai dampak jangka panjang dari strategi terkoordinasi yang diterapkan oleh pemerintah Israel di wilayah pendudukan.

"Kelompok tersebut menekankan bahwa tindakan Israel baru-baru ini bukanlah insiden terisolasi, tetapi bagian dari strategi terkoordinasi untuk memperkuat kendali permanen atas tanah Palestina, mengubah realitas demografis dan geografis di lapangan, dan menghilangkan kemungkinan kemerdekaan Negara Palestina, sebagai negara yang berdaulat, layak, dan berdekatan, sesuai dengan resolusi PBB yang relevan," ucap Abdulaziz Alwasil, Duta Besar Arab Saudi.

Tekanan terhadap Israel juga datang dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Organisasi tersebut mendesak penghentian perluasan permukiman Yahudi di Tepi Barat serta kontrol militer di Jalur Gaza.

Wakil Duta Besar Turki, Fikriye Asli Guven, yang berbicara mewakili OKI, meminta Dewan Keamanan PBB segera mengambil tindakan nyata.

"langkah-langkah mendesak dan efektif untuk menghentikan semua aktivitas aneksasi, perluasan permukiman, pengusiran paksa, dan praktik-praktik melanggar hukum lainnya di Wilayah Palestina yang Diduduki, termasuk Yerusalem Timur, dan untuk memastikan adanya pertanggungjawaban sesuai dengan hukum internasional" seru Fikriye Asli Guven, Wakil Duta Besar Turki.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author