Pakistan Kecam Serangan Houthi Tewaskan Warga di Laut Merah
Pemerintah Pakistan mengecam keras serangan pemberontak Houthi terhadap sebuah kapal komersial non-tempur di Laut Merah yang menewaskan tiga warga negaranya dan seorang warga negara Indonesia pada Selasa (11/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Otoritas penjaga pantai Yaman mengonfirmasi insiden yang didukung Iran tersebut merenggut total enam nyawa. Hingga saat ini, pihak Houthi belum menyampaikan komentar resmi terkait insiden penembakan kapal tersebut.
Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar menyampaikan belasungkawa serta konfirmasi mengenai kondisi para korban dalam pernyataan resminya.
"Saya telah mengetahui dengan keprihatinan mendalam tentang insiden yang disayangkan ini," kata Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar.
Dar menegaskan bahwa serangan terhadap armada sipil tersebut tidak dapat diterima oleh pihaknya.
"Pakistan mengutuk keras serangan Houthi terhadap kapal komersial non-tempur," tegas Ishaq Dar.
Pihak kementerian terus berkoordinasi dengan otoritas regional untuk menggali informasi lengkap mengenai insiden penyerangan tersebut.
"Kami sedang berhubungan dengan otoritas Saudi terkait, serta Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, untuk memastikan detail lebih lanjut tentang insiden tersebut dan keadaan di sekitarnya," kata Ishaq Dar.
Insiden ini terjadi di tengah posisi strategis Pakistan yang memiliki pakta pertahanan bersama Arab Saudi dan Turki. Berdasarkan pakta Makkah tersebut, serangan terhadap salah satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap semua, meski Pakistan menegaskan perjanjian itu bersifat murni defensif.
Di sisi lain, Pakistan bertindak sebagai mediator antara Iran dan Amerika Serikat dalam konflik kawasan. Untuk membahas keamanan regional, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi dilaporkan sedang melakukan kunjungan resmi ke Iran pada Rabu (12/8/2026).