Pakar Unpad Ungkap Alasan Harga Ube Khas Filipina Lebih Mahal dari Ubi Ungu Lokal
Tren olahan pangan berbahan dasar ube sedang populer di kalangan anak muda. Sajian seperti dubai pistachio chewy ube hingga matcha ube kini marak diburu konsumen, seperti dilansir dari Detik Health.
Popularitas jenis umbi khas Filipina ini bahkan diprediksi bakal menggeser tren matcha. Berbagai gerai makanan kekinian pun ramai meluncurkan varian menu berwarna ungu dengan label ube.
Kondisi tersebut memicu pertanyaan terkait lonjakan harga ube. Meski sama-sama berwarna ungu, harga hidangan ube dapat mencapai beberapa kali lipat dibanding olahan ubi ungu lokal (Ipomoea batatas).
Pakar Plant Genetic Resources Universitas Padjadjaran, Prof Agung Karuniawan, menyebut selisih harga tersebut dipicu oleh faktor pasar serta rantai pasok. Faktor biologis maupun produksi tanaman tidak menjadi penyebab utama perbedaan nilai jual tersebut.
"Ube khas Filipina, terutama varietas dengan warna ungu kuat dan karakter aroma serta cita rasa tertentu, mempunyai nilai tambah yang tinggi pada industri makanan dan dessert," kata Prof Agung.
Peningkatan permintaan secara global turut mendongkrak harga jual ube. Di sisi lain, ketersediaan bahan baku serta bahan tanamnya belum sanggup memenuhi lonjakan kebutuhan pasar.
"Pada 2026, DOST (Department of Science and Technology) Filipina bahkan melaporkan adanya upaya khusus untuk meningkatkan ketersediaan bahan tanam dan produksi ube karena pasokan menjadi salah satu kendala pengembangan komoditas tersebut," ujar Prof Agung.
Sementara itu, komoditas ubi ungu lokal sudah lebih lama dikenal masyarakat Indonesia. Rantai pasok yang sudah terbentuk matang membuat harga ubi ungu lokal cenderung bertahan lebih stabil.
"Jadi, premium price ube lebih banyak berkaitan dengan kelangkaan, karakter varietas, permintaan pasar, dan positioning sebagai bahan baku produk premium, bukan sekadar karena warna ungunya," tutur Prof Agung.
Secara taksonomi, Ube (Dioscorea alata) memiliki perbedaan mendasar dengan ubi ungu lokal (Ipomoea batatas). Karakteristik pertumbuhan ube yang merambat membuat proses budidayanya lebih rumit dibanding ubi jalar biasa.