Pakar Ungkap Hubungan Antara Warna Favorit dan Kecerdasan Emosional
Pemilihan warna favorit ternyata memberikan gambaran mengenai karakter dan cara seseorang merespons emosi. Dilansir dari HaiBunda, pakar mengaitkan preferensi warna tertentu dengan orang yang memiliki kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ) tinggi.
Kecerdasan emosional berkaitan erat dengan kemampuan individu dalam mengelola serta memahami emosi. Mengutip laman Parade, orang ber-EQ tinggi mampu mengidentifikasi, mengekspresikan, dan mengatur emosi diri maupun orang lain secara akurat.
Ahli Psikologi Warna sekaligus analis warna bersertifikat, Michelle Lewis, menjelaskan bahwa warna dipandang dari dua lensa. Lensa tersebut mencakup pengaruh warna terhadap sistem saraf manusia dan interaksinya dengan individu yang memakainya.
Perlu dipahami bahwa preferensi warna bukan satu-satunya tolok ukur kecerdasan emosional. Penulis, seniman, sekaligus guru spiritual Helen Plehn menegaskan hal senada.
"Preferensi warna saja tidak menentukan kecerdasan emosional," ucap Helen Plehn.
Meski tidak mendefinisikan kecerdasan secara langsung, kaitan psikologi manusia dan warna dipelajari dalam psikologi warna. Bidang ini mempelajari bagaimana warna memengaruhi emosi, kognisi, dan perilaku manusia.
"Orang yang sangat sadar secara emosional sering kali menjadi sangat memperhatikan tentang warna yang mereka gunakan atau kenakan, karena mereka menyadari bagaimana pilihan itu memengaruhi pola pikir mereka sendiri dan bagaimana orang lain memandang mereka," ujar Michelle Lewis.
Michelle Lewis memaparkan tiga nuansa warna yang sering dikaitkan dengan kecerdasan emosional tinggi:
Warna hijau cenderung nyaman dilihat dan seimbang bagi mata manusia. Pilihan warna ini menyiratkan aspek keseimbangan emosional di dalam diri seseorang.
"Karena kecerdasan emosional melibatkan keseimbangan logika, empati, dan pengaturan diri, orang yang lebih memilih hijau sering menghargai harmoni dan stabilitas emosional di lingkungan mereka," kata Michelle Lewis.
Nuansa Biru
Nuansa biru kerap disandingkan dengan aspek ketenangan, refleksi, serta pengambilan keputusan yang bijaksana. Warna ini juga sering dikaitkan dengan denyut nadi yang lebih rendah dan gairah fisiologis untuk membantu menciptakan kondisi mental fokus.
Elemen kepercayaan dan stabilitas yang melekat pada warna biru membuatnya sering muncul di lingkungan kepemimpinan, branding, hingga dunia profesional.
Nuansa Kuning
Warna kuning dikaitkan dengan optimisme, pandangan visioner, pemikiran terbuka, kreativitas, dan stimulasi mental. Posisinya yang dekat dengan pusat spektrum tampak menjadikan kuning sangat merangsang secara visual bagi sistem saraf.
Psikologi memandang warna kuning berkaitan erat dengan harapan, rasa ingin tahu, dan keterlibatan intelektual. Kendati demikian, kecerdasan emosional tetap merupakan keterampilan kompleks yang melibatkan empati, kesadaran diri, dan regulasi emosi secara menyeluruh.