Pakar PBB Desak Iran Batalkan Hukuman Mati Pemuda Demonstran
Sejumlah pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak otoritas Iran untuk membatalkan eksekusi mati terhadap 10 pemuda terkait aksi protes anti-pemerintah pada Januari lalu, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Selasa (29/7/2026).
Sebanyak 12 orang pemuda berusia belasan hingga awal dua puluhan tahun sebelumnya telah dijatuhi vonis mati oleh pengadilan setempat. Dari total terdakwa tersebut, dua di antaranya tercatat telah menjalani eksekusi mati pada 19 Juli lalu.
Proses peradilan terhadap para demonstran tersebut mendapat sorotan tajam dari para ahli independen PBB karena dinilai tidak memenuhi asas keadilan.
"Menjatuhkan hukuman mati kepada 12 orang dalam satu sidang, di ruang sidang tertutup dan tanpa kejelasan mengenai tanggung jawab individu masing-masing terdakwa, berarti melanggar standar pengadilan yang adil," kata para pakar PBB.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh 13 pelapor khusus PBB beserta anggota kelompok kerja yang menangani kasus penghilangan paksa dan penahanan sewenang-wenang, meski mereka tidak mewakili sikap resmi organisasi PBB secara keseluruhan.
Seluruh terdakwa dituding terlibat dalam peristiwa tewasnya empat personel keamanan, serta aksi pembakaran dan vandalisme di Lapangan Shahid Alikhani, Isfahan, pada 8 Januari lalu. Vonis hukuman mati tersebut didasarkan pada tayangan pengakuan para terdakwa di televisi nasional.
"Tuduhan terhadap mereka masih belum jelas, karena sidang Pengadilan Revolusi tertutup dan putusan tidak dipublikasikan," tambah mereka.
Gelombang demonstrasi massal yang dipicu oleh lonjakan biaya hidup tersebut direspons dengan penindakan keras oleh aparat Iran pada 8 dan 9 Januari. Pemerintah Iran mengklaim lebih dari 3.000 orang tewas akibat tindakan yang mereka sebut sebagai aksi terorisme garapan Amerika Serikat dan Israel, sementara sejumlah LSM luar negeri mencatat ribuan korban jiwa akibat penindakan aparat.
Data dari para ahli PBB menunjukkan sebanyak 24 orang yang terhubung dengan aksi protes Januari telah dieksekusi gantung sepanjang tahun ini. Selain itu, lembaga Hak Asasi Manusia Iran di Norwegia dan ECPM di Prancis mencatat minimal 1.639 orang telah dieksekusi mati di Iran pada tahun 2025.