by

Nyaris 8 Bulan Pandemi, Ibu Kota Nyaris ”Lumpuh”

Hampir delapan bulan pandemi virus corona (COVID-19) menyergap Indonesia dengan titik nolnya berada di kota terbesar negeri khatulistiwa ini, yaitu Jakarta.

Pandemi akibat virus novel corona jenis baru ini mulai diketahui menyebar di Indonesia, usai dua warga Depok, yakni pasien 01 (Sita Tyasutami/31 tahun) dan pasien 02 (Maria Darmaningsih/64 tahun) dinyatakan positif terjangkit COVID-19 pada 2 Maret 2020.

Cerita yang dianggap sahih hingga saat ini, pasien 01 tertular COVID-19 usai melakukan kontak dengan warga negara asal Jepang sebagai tandemnya dalam sebuah perlombaan dansa yang dilakukan di sebuah bar di Jakarta Selatan pada pertengahan Februari 2020.

Baca Juga  Suasana Hotel Pasien Covid-19 dari Klaster Keluarga

Beberapa waktu kemudian, Sita Tyasutami mengalami gangguan kesehatan ditambah gejala batuk, demam tinggi, vertigo, nyeri otot dan tulang serta berkeringat.

Sita akhirnya berinisiatif untuk melakukan pemeriksaan ke rumah sakit ditemani dengan ibunya, Maria Darmaningsih yang juga tengah mengalami batuk terus-menerus. Di rumah sakit, Sita didiagnosa memiliki flek di paru-paru, sementara ibunya didiagnosa tifus.

Namun tak selang berhari-hari, Sita mendapat kabar bahwa rekannyavwarga Jepang didiagnosa positif COVID-19. Akhirnya dia dan ibunya meminta untuk dites COVID-19 dan keduanya dinyatakan positif COVID-19 sebagai pasien 01 dan 02.

Baca Juga  Barcelona Menjaga Tren Sempurna

Sementara pasien 03 adalah kakak dari Sita yang bernama Ratri Anindya. Ketiganya menjalani perawatan di RSPI Sulianti Saroso. Pemerintah pun akhirnya melakukan penelusuran kasus dan tes berbekal dari tiga kasus awal COVID-19 ini.

PSBB

Mula-mula penelusuran dilakukan di bar dan satu kafe lainnya di sekitar Menteng yang dikabarkan sempat dikunjungi pasien 01 bersama rekan warga Jepang.

Seiring waktu, pemerintah melakukan penelusuran kasus ternyata dengan cepat jumlah kasus ini membumbung tinggi.

Baca Juga  Tenaga Dokter Berkurang, Moskow Bersiap Vaksinasi Massal

Dengan perkembangan kasus yang sangat signifikan, di Jakarta khususnya yang menjadi tempat kasus positif COVID-19 terbanyak.

Pemberlakuan PSBB tersebut mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB dalam Penanganan COVID-19 yang diundangkan pada 9 April 2020.

“Kami berharap regulasi yang ditetapkan ke depan lebih lunak. Tidak seperti ini. Terlalu kaku dan terkesan percuma,” terang Radius pengusaha.  (ant/man/tap)

Baca Juga