Pendaki Legendaris Nirmal Purja Tewas Akibat Longsor Salju di Pakistan
Pendaki gunung legendaris asal Nepal, Nirmal Purja, beserta sembilan anggota tim ekspedisi tewas setelah menerjang longsoran salju di Gunung Broad Peak, Gilgit-Baltistan, Pakistan, pada Kamis (30/7/2026).
Pria berusia 43 tahun pemegang 18 rekor dunia tersebut memimpin rombongan yang terdiri atas enam warga Nepal serta empat warga negara asing asal Pakistan, Oman, Amerika Serikat, dan China di puncak setinggi 8.051 meter.
Perusahaan ekspedisi Elite Exped mengonfirmasi peristiwa tragis tersebut melalui pernyataan resminya setelah laporan hilang kontak sejak hari kejadian.
"Dengan rasa duka yang mendalam dan kesedihan yang tak terhingga, kami mengonfirmasi bahwa Nirmal Purja secara tragis telah kehilangan nyawanya menyusul insiden longsoran salju di Broad Peak. Kami juga telah menerima konfirmasi bahwa anggota ekspedisi lainnya sayangnya tidak selamat," kata perusahaan milik Purja, Elite Expeditions dilansir kantor berita AFP, Minggu (2/8/2026).
Pihak penyelenggara ekspedisi menyampaikan duka mendalam kepada seluruh keluarga korban yang turut kehilangan nyawa dalam tragedi pegunungan tinggi tersebut.
"Hari ini, dengan kesedihan mendalam dan duka cita yang luar biasa, kami mengonfirmasi bahwa Nirmal 'Nimsdai' Purja secara tragis kehilangan nyawanya akibat longsoran salju di Broad Peak," tulis Elite Exped dikutip Reuters.
Di antara rombongan yang gugur, dua mitra pendakian tepercaya Purja turut dikonfirmasi menjadi korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Hari ini, kami meratapi tidak hanya Nims, tetapi setiap nyawa yang hilang dalam tragedi ini, termasuk mitra pendakian dan pemandunya yang tepercaya, Pur Bahadur Gurung (Yukta) dan Nima Sherpa. Pikiran, doa, dan belasunggawa tulus kami yang terdalam bersama keluarga, teman, dan orang-orang terkasih mereka," kata perwakilan Elite Exped.
Pihak Elite Exped meminta publik untuk memberikan ruang pribadi bagi para keluarga korban di tengah situasi duka yang berat ini.
"Tidak ada kata-kata yang dapat meredakan rasa sakit dari kehilangan yang tak terbayangkan ini, dan kami meminta semua orang untuk menghormati privasi mereka saat mereka berduka," kata perwakilan Elite Exped.
Lebih lanjut, perusahaan memberikan penghormatan atas visi serta dedikasi almarhum selama memimpin berbagai lembaga dan yayasan petualangan internasional.
"Dunia telah kehilangan salah satu pendaki terhebat dalam sejarah pendakian gunung; seorang pemimpin yang menginspirasi jutaan orang melalui keberanian, kerendahan hati, dan keyakinan teguhnya bahwa potensi manusia jauh lebih besar daripada yang sering kita bayangkan. Lebih dari pencapaiannya yang luar biasa, dia ingin menunjukkan kepada dunia apa yang mungkin terjadi ketika Anda berani bermimpi lebih besar, percaya pada diri sendiri, dan menolak menerima keterbatasan," kata perwakilan Elite Exped.
Pihak penyelenggara berkomitmen untuk terus membawa warisan serta semangat pantang menyerah yang ditinggalkan sang pendaki bagi generasi mendatang.
"Melalui tindakannya, dia menginspirasi jutaan orang untuk percaya bahwa mereka juga dapat mencapai lebih dari yang pernah mereka duga," kata perwakilan Elite Exped.
Perusahaan menegaskan visi dan kepemimpinan Purja telah membesarkan nama lembaga pendakian hingga dikenal luas di tingkat global.
"Visi, kepemimpinan, dan tekadnya membangun Elite Exped, Yayasan Nimsdai, Skydive Nimsdai, dan Toko Nimsdai menjadi seperti sekarang ini. Warisannya akan terus hidup dalam tak terhitung banyaknya kehidupan yang dia ubah dan orang-orang yang dia inspirasi untuk mendaki gunung mereka sendiri," kata perwakilan Elite Exped.
Pihak ekspedisi menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel SAR dan otoritas terkait yang bekerja keras dalam proses evakuasi di medan ekstrem.
"Kami juga menyampaikan terima kasih tulus kami kepada tim pencari dan penyelamat serta semua orang yang mendukung respons dalam keadaan yang sangat sulit," kata perwakilan Elite Exped.
Pengelola ekspedisi menegaskan tidak akan memberikan keterangan tambahan dan menyerahkan konfirmasi resmi berikutnya kepada pihak berwenang.
"Untuk menghormati semua keluarga yang terlibat, kami tidak akan memberikan komentar lebih lanjut di luar informasi yang dikonfirmasi oleh otoritas terkait," kata perwakilan Elite Exped.
Sebagai penutup, seluruh tim menyatakan bahwa pengorbanan dan rekam jejak para korban akan selalu dikenang oleh dunia pendakian.
"Nims, dan untuk semua orang yang kehilangan nyawa. Anda tidak akan pernah terlupakan; semangat Anda, tujuan Anda, dan warisan Anda akan terus menginspirasi generasi mendatang," kata perwakilan Elite Exped.
Kabar duka ini memicu respons resmi dari pemerintah Nepal atas gugurnya para pendaki legendaris di kawasan Karakoram.
"Kematian tragis enam pendaki asal Nepal dan empat pendaki asing lainnya, termasuk pemegang rekor dunia Nirmal Purja, di pegunungan Karakoram Pakistan, telah mengejutkan kita semua," kata Balendra Shah, Perdana Menteri Nepal.
Perdana Menteri Nepal menambahkan bahwa keteladanan serta semangat para pendaki tidak akan pernah pudar oleh waktu.
"Perjalanan fisik seluruh pendaki yang gugur memang telah terhenti, namun rekam jejak keberanian, dedikasi, serta kontribusi mereka akan selalu menjadi sumber inspirasi," imbuhnya.
Pernyataan belasungkawa juga disampaikan kembali melalui pesan tertulis mengenai warisan sejarah pendakian yang ditinggalkan almarhum.
"Hanya perjalanan fisik mereka yang telah berakhir. Namun sejarah keberanian, dedikasi, dan kontribusi mereka akan terus hidup serta menginspirasi," tulis Shah.
Pemerintah Pakistan berupaya mengevakuasi korban dengan mengerahkan tim penyelamat militer dan pemantauan teknologi drone di lokasi longsoran.
"Tragedi Broad Peak ini sangat memilukan. Pakistan berdiri bersama rakyat Nepal dalam masa duka ini," tutur Rana Sanaullah, Penasihat Perdana Menteri Pakistan.
Rana Sanaullah menjelaskan bahwa proses evakuasi menghadapi kendala alam yang sangat rumit di lapangan.
"Operasi penyelamatan dilakukan di medan yang amat menantang serta kondisi cuaca dataran tinggi oleh tentara Pakistan, berkoordinasi dengan para pendaki dataran tinggi setempat dan tim SAR," jelasnya.
Direktur Seven Summit Treks, Chhang Dawa Sherpa, menyatakan posisi sepuluh jenazah telah ditemukan namun sulit dijangkau. Ketiadaan fasilitas helikopter metode long-line rescue di Pakistan membuat proses evakuasi belum dapat dilakukan demi keselamatan tim SAR.
Sajid Hussain selaku Wakil Direktur Departemen Pariwisata Gilgit-Baltistan menegaskan pencarian dilanjutkan via udara dan darat.
"Tim penyelamat telah berhasil mengidentifikasi lokasi para korban, tetapi belum dapat mengevakuasi mereka dengan aman," ujarnya.