Pendaki Nirmal Purja Tewas Akibat Longsor Salju di Puncak Broad Peak
Pendaki legendaris asal Nepal, Nirmal Purja alias Nims Dai, meninggal dunia usai diterjang guguran salju di Puncak Broad Peak setinggi 8.047 meter, Pakistan utara. Pria berusia 43 tahun tersebut menjadi salah satu korban jiwa dari sepuluh pendaki yang sempat dinyatakan hilang saat bencana longsor terjadi sekitar tengah hari, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.
Tragedi tersebut mengundang rasa duka mendalam dari publik internasional, kerabat, hingga pihak keluarga almarhum. Konfirmasi kematian Purja disebarkan melalui pernyataan resmi pihak yayasan yang didirikannya.
"Hari ini, kita berduka bukan hanya atas Nims, tetapi juga setiap nyawa yang hilang dalam tragedi ini termasuk rekan pendaki dan pemandu tepercayanya," tulis pernyataan resmi Yayasan Nimsdai melalui akun media sosialnya.
Kepergian Purja menyisakan duka mendalam bagi orang-orang terdekatnya yang berkumpul di rumah masa kecil almarhum di Ramnagar. Kakak kandung korban, Jeet Bahadur Purja, mengungkapkan kebiasaan adiknya yang selalu berpamitan sebelum mendaki. Namun, pada keberangkatan ke Pakistan kali ini, Nims Dai tidak sempat bercerita seperti biasanya.
Aksi penghormatan terakhir turut dilakukan warga sekitar rumah duka. Tetangga korban, Jibnath Parajuli, mendatangi kediaman almarhum untuk mengalungkan bunga pada foto Nims Dai serta menyalakan lilin.
Duka mendalam juga dirasakan oleh civitas akademika Small Heaven School, tempat Purja menempuh pendidikan dasar dan menengah sebelum bergabung dengan Tentara Inggris (British Army). Mantan guru olahraga almarhum, Surendra Baral, mengenang interaksinya bersama Purja selama kurang lebih tujuh tahun dan menyebut sifat keberanian serta kedisiplinan almarhum sudah terlihat sejak kecil.
Karakter disiplin Purja sewaktu mengenyam pendidikan di Small Heaven School turut dibenarkan oleh pihak pengelola asrama tempat ia tinggal dulu.
"Sangat disiplin," ujar Pengawas Asrama Small Heaven School, Shailendra Baral, yang mengaku terkejut dan terpukul mendengar kabar duka tersebut.
Keberhasilan almarhum menorehkan pelbagai rekor dunia pendakian semasa hidupnya selalu menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak sekolah.
"Sangat bangga," tutur Kepala Sekolah Small Heaven School, Ramchandra Neupane, saat mengenang pencapaian rekor dunia mantan siswanya itu.
Semasa hidupnya, Purja mencatatkan nama dalam Guinness Book of World Records setelah menaklukkan 14 puncak gunung setinggi lebih dari 8.000 meter hanya dalam waktu 6 bulan 6 hari, memangkas rekor sebelumnya yang mencapai hampir 8 tahun. Selain itu, pada Januari 2021, ia mencetak sejarah bersama tim Nepal saat berhasil menaklukkan Gunung K2 di musim dingin tanpa oksigen tambahan, serta menuntaskan pendakian Everest, Lhotse, dan Makalu berturut-turut dalam kurun 48 jam.