Niranjana Desai Sukses Besarkan Bisnis Es Krim Rumahan Tradisional
Seorang wanita lansia bernama Niranjana Desai sukses mempertahankan bisnis es krim rumahan dengan teknik tradisional selama empat dekade di Ahmedabad, India, hingga menjadi viral di media sosial. Produk kuliner tanpa bahan pengawet ini sukses menarik minat lintas generasi karena mempertahankan keotentikan rasanya.
Seperti dilansir dari Detik Food yang mengutip Food NDTV pada Minggu (24/5/2026), perempuan yang akrab disapa Niruben ini telah merintis usahanya sejak tahun 1986. Bisnis tersebut berawal dari dapur kecil di rumahnya, di mana ia awalnya hanya membuat es krim untuk keluarga, tetangga, dan tamu.
Respons positif dari orang-orang terdekat mendorong lansia berusia 80 tahun tersebut untuk membuka usaha sendiri secara komersial. Dalam proses produksi harian, Niruben masih terlibat langsung mempertahankan metode pembuatan secara manual.
Proses pengolahan produk kuliner ini menggunakan kadhai atau wajan besar yang dipanaskan di atas tungku tradisional. Susu segar direbus secara perlahan hingga mencapai tekstur mengental yang diinginkan sebelum dicampur dengan bahan-bahan lainnya.
Formulasi es krim rumahan ini hanya memanfaatkan empat bahan utama, meliputi susu segar, krim, stevia, serta buah asli atau kacang-kacangan. Seluruh varian diproduksi tanpa menggunakan zat pewarna, perisa buatan, maupun bahan pengawet tambahan.
Ketiadaan bahan pengawet membuat produk es krim buatan Niruben hanya memiliki masa kedaluwarsa maksimal selama tujuh hari dalam kondisi membeku. Karakteristik alami ini menjadikannya pilihan alternatif bagi konsumen yang mencari konsumsi es krim versi lebih sehat.
Pada awal operasionalnya, Niruben hanya menawarkan lima varian rasa, yakni rose coconut, chocolate, badam pista kesar, kesar elaichi, dan variyali. Saat ini, diversifikasi produknya telah berkembang signifikan hingga mencapai sekitar 27 varian rasa berbeda.
Popularitas yang terjaga selama 40 tahun membuat basis pelanggan bisnis ini meluas. Banyak konsumen yang telah datang sejak masa kecil kini kembali berkunjung dengan membawa anak serta cucu mereka untuk menikmati keotentikan rasa yang sama.