Nindya Karya Kebut Proyek Sekolah Rakyat Trenggalek Berarsitektur Budaya Majapahit

Share

PT Nindya Karya (Persero) tengah mempercepat penyelesaian proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Kontraktor pelat merah ini berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang kokoh secara struktural sekaligus kaya akan nilai estetika budaya.

Dikutip dari Detik Finance, salah satu elemen arsitektur utama dalam proyek ini adalah pembangunan pagar entrance masuk kawasan. Fasilitas ini dirancang secara khusus dengan mengadopsi elemen kearifan lokal setempat.

"Desain gapura dan pagar depan tersebut secara filosofis terinspirasi dari kemegahan Wringin Lawang pada era Kerajaan Majapahit. Bentuk gapura yang megah terbelah dua melambangkan keharmonisan serta keseimbangan antara alam dan manusia. Lebih dari sekadar estetika, gerbang visual yang ikonik ini disimbolkan sebagai pintu gerbang ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan," kata Bayu Apriyadi dalam keterangan tertulis, Rabu (6/10/2026).

Kehadiran Sekolah Rakyat Trenggalek ini diharapkan mampu menjadi sarana pendidikan terbaik bagi masyarakat. Fasilitas tersebut disiapkan menjadi wadah utama dalam membentuk generasi masa depan yang berkualitas, unggul, serta berkarakter demi kemajuan bangsa.

"Pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek ini pada hakikatnya mengemban misi sosial dan edukasi yang sangat mulia. Tujuan utama dari didirikannya fasilitas pendidikan ini adalah untuk memperluas aksesibilitas pendidikan yang bermutu, inklusif, dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Trenggalek dan sekitarnya," tutur Bayu Apriyadi.

Penyediaan ruang belajar yang representatif dan nyaman diharapkan mampu menjadikan proyek ini sebagai inkubator generasi muda. Para siswa dipersiapkan menghadapi tantangan masa depan tanpa kehilangan akar budaya mereka.

Secara teknis, proyek infrastruktur pendidikan ini berdiri di atas lahan strategis di Desa Ngantru, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek. Proyek tersebut memiliki total luas bangunan mencapai 25.224 meter persegi dengan luas lahan keseluruhan sebesar 61.476 meter persegi.

Fasilitas pendukung yang dibangun meliputi 3 gedung sekolah 2 lantai untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Selain itu, terdapat gedung ibadah, perpustakaan, laboratorium, rusun guru 2 lantai, asrama siswa 2 lantai, gedung serbaguna, guest house, lapangan mini soccer, lapangan bola basket, lapangan bola voli, serta lapangan upacara.

"Demi memastikan fasilitas ini dapat segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, PT Nindya Karya (Persero) melakukan berbagai upaya strategis agar seluruh proses konstruksi dapat rampung tepat Waktu," jelas Bayu Apriyadi.

Perusahaan menerapkan metode kerja yang efektif, penjadwalan ketat, serta pemanfaatan teknologi konstruksi terkini guna mengoptimalkan efisiensi lapangan. Langkah akselerasi dilakukan melalui pengawasan simultan di setiap lini kerja untuk mengejar target penyelesaian yang disepakati.

Nindya Karya tetap disiplin menerapkan kendali mutu yang ketat (strict quality control) pada setiap tahapan pembangunan. Proses ini berjalan mulai dari pemilihan material terbaik hingga teknik penyelesaian akhir.

"Aspek keselamatan kerja (HSE) dan ketepatan mutu serta material arsitektural menjadi prioritas utama untuk memastikan bahwa bangunan Sekolah Rakyat Trenggalek ini memiliki daya tahan jangka panjang dan aman digunakan oleh para siswa serta tenaga pendidik," jelas Bayu Apriyadi.

Integrasi budaya dalam proyek ini merupakan refleksi dari dedikasi perusahaan terhadap identitas bangsa. Langkah tersebut menjadi bukti kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.

"Kami di Nindya Karya tidak hanya sekedar membangun gedung, tetapi kami ingin membangun kebanggaan lokal. Desain pagar entrance yang mengusung kearifan lokal Trenggalek ini adalah simbol penghormatan kami terhadap nilai tradisi setempat. Kami berkomitmen memberikan karya terbaik yang harmonis dengan kultur masyarakat, sekaligus memastikan bahwa bangunan ini berdiri dengan standar mutu tertinggi yang kami miliki," ujar Bayu Apriyadi.

Pendekatan arsitektur sosiokultural ini membuktikan kemampuan perusahaan menerjemahkan identitas daerah ke dalam karya teknik sipil yang fungsional. Pembangunan infrastruktur modern terbukti dapat berjalan seiringan dengan pelestarian kearifan lokal.

"Melalui keberlanjutan proyek ini, PT Nindya Karya (Persero) juga menegaskan dukungan penuhnya terhadap program-program strategis Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dalam pemerataan pembangunan infrastruktur pendidikan nasional," jelas Bayu Apriyadi.

"Kehadiran Sekolah Rakyat Trenggalek ini diharapkan dapat memperkecil kesenjangan fasilitas pendidikan di daerah dan menjadi pemantik roda perekonomian serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Nindya Karya bangga dapat menjadi bagian dari sejarah pembangunan Trenggalek menuju masa depan yang lebih cerah, berkelanjutan, dan tetap berbudaya," kata Bayu Apriyadi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author