Vincenzo Nibali Bicara Strategi Balapan Jonas Vingegaard di Giro d’Italia

Share

Pebalap sepeda Jonas Vingegaard mendapat sorotan tajam terkait taktik defensif yang diterapkannya hingga menempati posisi kedua klasemen sementara Giro d'Italia 2026 di bawah Afonso Eulálio.

Mantan juara dua kali Giro d'Italia, Vincenzo Nibali, menilai performa atlet asal Denmark tersebut sejauh ini sudah cukup baik setelah memenangi etape ketujuh dan kesembilan. Kendati demikian, pencapaian Vingegaard dianggap belum dominan karena belum mampu menciptakan selisih waktu yang signifikan dari para pesaingnya.

"He did what he must do," oordeelt Nibali over Vingegaard. "But, certainly in comparison with Felix Gall, he didn't really create a lead." kata Nibali dalam wawancara bersama La Gazzetta Dello Sport.

Nibali mengkritik keputusan Vingegaard yang langsung menutup peluang rivalnya di etape berikutnya, yang dinilainya kurang sesuai dengan tradisi balap sepeda masa lalu. Mantan pesepeda Italia itu menyayangkan absennya aksi menyerang jarak jauh yang spektakuler demi mengamankan kemenangan mutlak.

"He didn't give the Austrian a chance on the second occasion and so he then took the victory. According to the unwritten rules of cycling, such things should not happen," vindt de Italiaan. "Victory is victory. They count, it's good to take them when you get the chance. In the past, that mentality was emphasized more, now less." kata Nibali.

Walau melayangkan kritik terhadap gaya membalap sang atlet, Nibali meyakini Vingegaard tetap menjadi kandidat terkuat untuk merebut kaus merah muda di Roma. Dia memprediksi persaingan sesungguhnya baru akan dimulai pada etape-etape berat yang menentukan berikutnya.

"It would be a huge surprise if I didn't see him in pink in Rome. I think he's a really good rider. But now the truly decisive days begin; history has yet to be written." kata Nibali.

Lebih lanjut, Nibali menganalisis kemungkinan strategi manajemen energi yang diterapkan oleh Vingegaard untuk menghemat tenaga demi menghadapi Tour de France. Pengaturan ritme ini dinilai masuk akal walaupun mengurangi unsur hiburan dalam balapan.

"That would be understandable, but I hope for something more," klinkt het oordeel. ujar Nibali.

Tantangan terbesar bagi Vingegaard diprediksi datang dari Felix Gall yang memiliki keunggulan di lintasan tanjakan serta didukung oleh tim yang kuat. Di sisi lain, Thymen Arensman dari Netcompany INEOS juga dinilai berpotensi menjadi ancaman setelah performanya meningkat pasca-kemenangan dua etape Tour tahun lalu.

"For Felix Gall, his terrain is coming. In the climbs he has only lost to Vingegaard so far. He has a strong team and a great opportunity to exploit." kata Nibali.

Di kubu berbeda, dukungan mengalir dari sesama rekan pebalap asal Denmark, Michael Valgren. Berbicara kepada media Denmark, pebalap dari tim EF Education tersebut memuji ketangguhan mental Vingegaard dalam mengatasi tekanan publik dan ekspektasi tinggi.

“Jonas begint als topfavoriet aan deze wedstrijd, en de manier waarop hij met het mentale spel omgaat is echt een genot om vanaf de zijlijn te volgen.” aldus Valgren. kata Valgren defend Vingegaard.

Valgren menegaskan bahwa kritik publik mengenai gaya membalap defensif sama sekali tidak memengaruhi fokus Vingegaard. Keberhasilan taktik yang diterapkan menjadi bukti bahwa fokus utama tim adalah efisiensi hasil akhir.

"Het kan hem geen bal schelen wat mensen van hem of van zijn manier van koersen vinden. Ze hebben een duidelijk plan voor hoe ze het willen aanpakken, en dat werkt. Mensen kunnen tegen hem schreeuwen en tieren wat ze willen, het interesseert hem totaal niet.," verklaart zijn collega . kata Valgren.

Menurut Valgren, segala kritikan mengenai gaya balapan defensif ini akan terbantahkan dengan sendirinya saat penyerahan trofi di Roma. Efisiensi energi sepanjang kompetisi dinilai menjadi kunci utama untuk memenangi ajang Grand Tour ini.

“En ik denk ook dat het hem nóg minder zal schelen wanneer hij straks op het podium in Rome staat, waarschijnlijk in de roze leiderstrui. Dan kan hij net zo goed een bepaald vingertje opsteken en zeggen: ‘Wat zei ik jullie nou?’ Het werkt. Enorm veel respect.” ujar Valgren terkait keberhasilan kompatriotnya.

Giro d'Italia segera memasuki etape keempat untuk para pemburu klasemen umum yang dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author