Benjamin Netanyahu Dukung Donald Trump Batasi Program Nuklir Iran

Share

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan dukungan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membatasi program nuklir serta rudal Iran. Pernyataan ini disampaikan pascaadanya komitmen bahwa kesepakatan Iran-AS akan memusnahkan material nuklir Teheran pada Jumat (12/6/2026), dilansir dari Detikcom.

Apresiasi terhadap langkah Donald Trump disampaikan langsung oleh pihak Israel. Hubungan diplomatik kedua negara ini memperkuat desakan untuk membersihkan kawasan Timur Tengah dari ancaman senjata pemusnah massal.

"Meskipun Israel bukan pihak dalam nota kesepahaman, perdana menteri menyampaikan apresiasinya atas komitmen Presiden Trump bahwa perjanjian akhir pada akhir negosiasi akan mencakup penghapusan material yang diperkaya," kata kantor Netanyahu di X setelah keduanya berbicara, dilansir AFP, Jumat (12/6/2026).

Kantor Perdana Menteri Israel tersebut juga menambahkan poin-poin krusial lain yang menjadi target utama dalam kesepakatan internasional tersebut.

"Pembongkaran infrastruktur pengayaan, pembatasan produksi rudal, dan penghentian dukungan Iran terhadap proksi terorisnya di kawasan tersebut," tambahnya.

Di sisi lain, pihak Teheran merespons klaim sepihak mengenai kesepakatan tersebut. Otoritas Iran menyatakan bahwa proses negosiasi belum mencapai titik final dengan Amerika Serikat.

"Sejauh ini, Iran belum mencapai kesimpulan akhir mengenai kesepakatan tersebut," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei.

Respons dari kementerian luar negeri ini sejalan dengan catatan media lokal mengenai frekuensi pengumuman kesepakatan yang dilontarkan oleh presiden Amerika Serikat tersebut. Kantor berita Tasnim mencatat Trump telah mengumumkan kesepakatan akan segera tercapai sebanyak 38 kali dalam dua bulan sebelumnya.

"Sampai Iran mengumumkan masalah potensi kesepahaman, setiap berita dari Trump mengenai masalah ini harus dianggap sama dengan pesan-pesan sebelumnya," demikian peringatan kantor berita tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author