Donald Trump Menyatakan Negosiasi Gencatan Senjata AS-Iran Berjalan Sangat Baik

Share

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa negosiasi dengan Iran terkait kesepakatan sementara untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz kini berjalan dengan sangat baik. Isyarat positif tersebut disampaikan melalui platform Truth Social pada Senin (25/5), sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz.

Kabar tersebut langsung memicu penurunan harga minyak mentah dunia hingga 5 persen dengan Brent merosot di bawah US$100 per barel, sementara bursa saham global menguat. Trump juga memanfaatkan momentum ini untuk mendesak Arab Saudi, Qatar, dan negara-negara lain agar segera bergabung dalam Abraham Accords.

“Ini hanya akan menjadi kesepakatan besar untuk semua pihak, atau tidak ada kesepakatan sama sekali — kembali ke medan perang dan baku tembak, tetapi lebih besar dan lebih kuat dari sebelumnya,” kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Melalui unggahan media sosial sebelumnya, Trump juga berupaya meredam kritik dari kelompok garis keras domestik mengenai konsesi dalam pembicaraan nuklir ini.

“Ini akan menjadi kebalikan total dari bencana JCPOA yang dinegosiasikan pemerintahan Obama yang gagal,” kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Optimisme serupa datang dari Panglima Militer Pakistan, Asim Munir, selaku mediator utama yang menyampaikan kepada pihak China bahwa kesepakatan damai sudah hampir tercapai. Di sisi lain, delegasi Iran yang dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati telah tiba di Doha untuk membahas pencarian dana yang dibekukan dengan pejabat senior Qatar.

Meskipun demikian, Washington dan Israel masih harus merundingkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz serta pembatasan program nuklir Teheran. Pihak Iran menuntut pelonggaran blokade laut dan kewenangan pengelolaan jalur maritim tersebut, serta menegaskan bahwa gencatan senjata harus mencakup seluruh lini depan termasuk Lebanon.

Namun, usulan perluasan cakupan gencatan senjata tersebut ditolak mentah-mentah oleh pihak Israel yang tidak terlibat langsung dalam negosiasi.

“Kami akan memastikan kebebasan bertindak Israel di semua lini depan tetap terjaga,” kata Eli Cohen, Menteri Energi Israel.

Pemerintah Israel menegaskan komitmennya untuk tidak tunduk pada kesepakatan apa pun yang dinilai dapat mengancam keamanan nasional mereka.

“Israel tidak akan terikat pada kesepakatan apa pun yang tidak menghilangkan seluruh ancaman terhadapnya — nuklir, rudal balistik, dan pendanaan bagi organisasi teroris,” kata Eli Cohen, Menteri Energi Israel.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author