10 Negara yang Pernah Mengalami Krisis Moneter Terparah

Share

Banyak negara di dunia pernah mengalami krisis moneter parah yang menyebabkan anjloknya nilai mata uang domestik secara drastis. Berdasarkan catatan sejarah, berikut adalah daftar 10 negara yang pernah mengalami krisis moneter dan gejolak ekonomi hebat menurut data dari Business Insider dan Britannica.

  1. Vietnam — Mengalami keruntuhan ekonomi total pada 1980-an akibat perang dan kolektivisasi pertanian yang memicu inflasi tiga digit serta krisis kemanusiaan sebelum akhirnya pulih lewat reformasi Đổi Mới.
  2. Rusia — Mengalami krisis mata uang dan utang parah pada 1998 hingga gagal membayar obligasi domestik 40 miliar dolar AS, yang memicu inflasi 84% dan kelangkaan pangan massal.
  3. Brasil — Terimbas krisis finansial Asia dan Rusia yang membuat investor menarik dana 2 miliar dolar per hari, hingga harus diselamatkan paket bantuan IMF dan Bank Dunia senilai 41,5 miliar dolar AS.
  4. Thailand — Menjadi pusat krisis keuangan Asia 1997 yang meruntuhkan nilai mata uang baht sebesar 40-60% dan memaksa pemerintah meminta warga menyerahkan perhiasan emas untuk dilebur demi cadangan bank sentral.
  5. Indonesia — Terhantam krisis keuangan Asia 1997 yang membuat rupiah merosot dari Rp 2.000 menjadi Rp 16.650 per dolar AS, memicu mundurnya Presiden Soeharto setelah 30 tahun lebih berkuasa.
  6. India — Menyatakan kebangkrutan pada 1991 dengan inflasi mencapai 12,1 persen dan cadangan devisa yang menipis, hingga terpaksa menjaminkan seluruh cadangan emas negara demi pinjaman IMF.
  7. Argentina — Mengalami resesi parah dari 1998 hingga 2002 yang menyebabkan keruntuhan ekonomi, tingkat pengangguran di atas 20%, dan membuat 60% warganya jatuh ke bawah garis kemiskinan.
  8. Ukraina — Mengalami hiperinflasi hingga 4.735 persen pada 1993 akibat belum adanya kebijakan moneter solid pasca-runtuhnya Uni Soviet serta maraknya korupsi aset negara oleh para politisi.
  9. Yunani — Mengalami krisis utang berkepanjangan setelah memalsukan kondisi keuangan demi bergabung dengan zona euro pada 2001, hingga harus menerima pinjaman dana talangan total ratusan miliar euro disertai penghematan ekstrem.
  10. Zimbabwe — Mengalami salah satu hiperinflasi terburuk dalam sejarah dengan tingkat bulanan 79,6 miliar persen pada November 2008, hingga sempat menerbitkan uang kertas pecahan 100 triliun dolar AS sebelum beralih ke mata uang baru ZiG pada 2024.
Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author