Myanmar Siap Pulangkan 5.000 Pengungsi Lewat Kapal dengan Pertimbangan Keamanan
Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Mohamad Hasan, menyatakan Myanmar siap memulangkan 5.000 pengungsi dengan kapal laut.
Pernyataan itu disampaikan setelah pertemuannya dengan Menlu Myanmar, Tin Maung Swe, yang menyatakan kesiapan pemerintah Myanmar untuk memulangkan pengungsi tersebut.
"Ketika saya bertemu Menteri Luar Negeri baru Myanmar, mereka menyatakan kesiapan untuk membawa kembali 5.000 (pengungsi) dengan kapal. Namun, yang menjadi persoalan adalah keamanan 5.000 orang ini," kata Mohamad Hasan saat konferensi pers pada perayaan Hari ASEAN ke-59.
Malaysia telah mengidentifikasi semua 5.000 pengungsi tersebut dan mendorong percepatan proses pemulangan meski belum ada jadwal waktu pasti.
Mohamad Hasan juga menekankan bahwa isu pengungsi Myanmar tidak hanya terkait dengan kelompok Rohingya, tetapi juga etnis lain seperti Chin dan Karen yang turut menjadi pengungsi.
ASEAN melihat serius masalah pengungsi Myanmar dan menekankan pentingnya penanganan bersama oleh negara-negara anggota.
"Kami ingin Konsensus Lima Poin (5PC) tetap menjadi mekanisme utama ASEAN dalam menangani krisis Myanmar dan berharap pemerintah Myanmar memenuhi harapan para pemimpin ASEAN," ujar Mohamad Hasan.
"Jika terdapat perubahan yang perlu dilakukan pada 5PC, maka harus dibawa kembali ke meja perundingan dan diputuskan oleh para pemimpin ASEAN sendiri," tambahnya.