Museum Singhasari Malang Simpan Sejarah Keagungan Kerajaan Tumapel

Share

Jejak peradaban Nusantara abad ke-13 tersimpan di Museum Singhasari, Kabupaten Malang. Destinasi ini merawat memori kejayaan Kerajaan Tumapel yang didirikan Ken Arok seusai Perang Ganter pada 1222 Masehi. Seperti dilansir dari Detik Travel, museum yang berdiri di Desa Klampok, Kecamatan Singosari ini menawarkan konsep wisata edukasi.

Pengunjung diajak melintasi sejarah dalam suasana kawasan yang asri dan rindang. Kerajaan Singhasari tumbuh menjadi kekuatan besar di Jawa. Puncak kejayaannya tercapai pada era Raja Kertanegara yang mencetuskan gagasan persatuan Nusantara lewat Ekspedisi Pamalayu.

Di dalam museum, pengunjung dapat menyaksikan jajaran ratusan karakter Topeng Malangan. Area ini juga dilengkapi papan visualisasi Cerita Panji yang mengisahkan legenda romansa Raden Panji Asmoro Bangun dan Galuh Candra Kirana.

Kisah tersebut menjadi fondasi estetika serta kebudayaan seni Topeng Malangan. Pengunjung bisa memahami akar kebudayaan lokal secara mendalam melalui deretan koleksi tersebut. Selain itu, museum ini memamerkan replika prasasti serta artefak peninggalan Singhasari. Koleksi tersebut menggambarkan tatanan kehidupan sosial dan peta politik masa lalu.

Eksplorasi berlanjut dengan hadirnya koleksi bilah keris pusaka, senjata tradisional, hingga patung karakter Punokawan. Berbagai arca batu juga dapat dilihat dari dekat oleh para wisatawan. Beberapa koleksi penting di antaranya Arca Ganesha sebagai simbol kebijaksanaan. Terdapat pula mahakarya replika Arca Ken Dedes atau Prajnaparamita yang melambangkan dewi ilmu pengetahuan.

Berada di kawasan terpadu KEK Singhasari, tempat ini menjadi rekomendasi destinasi bagi pelajar, keluarga, maupun komunitas sejarah untuk melestarikan warisan budaya Nusantara.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author