MPR RI Perkuat Nasionalisme Generasi Z Banten Lewat LKBB-PB 2026
Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) mengajak generasi muda, khususnya Generasi Z di Provinsi Banten, untuk memperkokoh semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan gotong royong. Seperti dikutip dari Detikcom, langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Lomba Kreasi Baris Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) MPR RI Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026.
Agenda yang terlaksana atas kerja sama antara MPR RI dengan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) tersebut dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Jenderal MPR RI Heri Herawan. Pembukaan kompetisi berlangsung di Lapangan Balai Kota Tangerang Selatan.
Sebanyak 10 sekolah yang terdiri atas SMA, SMK, dan MAN dari berbagai kabupaten serta kota di wilayah Banten ikut serta dalam persaingan ini. Para peserta memperlihatkan performa terbaik dalam keterampilan pengibaran bendera dan baris-berbaris di depan tim juri dari unsur TNI dan PPI untuk memperebutkan piala tingkat provinsi.
Heri Herawan menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Pihak-pihak tersebut meliputi Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kota Tangerang Selatan, hingga organisasi Purna Paskibraka Indonesia.
"Atas nama MPR RI dan Sekretariat Jenderal MPR RI, kami ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas peran, partisipasi, dan dukungan yang diberikan," ujar Heri dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Heri Herawan, LKBB-PB tidak sekadar menjadi tempat bertanding, tetapi berfungsi sebagai wadah efektif untuk menanamkan jiwa kebangsaan pada generasi muda. Ia menggarisbawahi bahwa Indonesia berdiri di atas pilar gotong royong yang menjadi identitas sekaligus kekuatan utama masyarakat.
Heri Herawan juga mengungkit kembali pemikiran Presiden pertama RI Soekarno mengenai intisari Pancasila yang terletak pada konsep gotong royong. Konsep tersebut mencerminkan karakter politik bangsa untuk saling menyokong tanpa memandang sekat perbedaan.
"Gotong royong bukan sekadar kebiasaan sosial, melainkan prinsip filosofis yang menandai watak politik bangsa untuk saling membantu, saling menguatkan, dan saling mengisi melampaui batas suku, agama, ras maupun golongan," katanya.
Nilai filosofis itu dinilai termanifestasi dalam dinamika baris-berbaris, di mana keselarasan langkah dan adaptasi tim menjadi bukti nyata persatuan. Selain itu, prosesi pengibaran bendera Merah Putih membawa pesan simbolis mengenai keberanian dan ketulusan perjuangan masa lalu.
"Berkibarnya bendera di puncak tiang tertinggi menjadi pengingat kolektif atas pengorbanan para pahlawan yang mempertahankan kemerdekaan dengan darah dan air mata," ujarnya.
Oleh karena itu, sikap khidmat dan penghormatan sepanjang upacara berlangsung tidak boleh dipandang sebagai formalitas belaka. Seluruh rangkaian tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap sejarah besar dan jasa para pejuang kemerdekaan.
Lewat kompetisi LKBB-PB ini, MPR RI sekaligus menguatkan pemahaman para siswa terhadap Empat Pilar MPR RI. Fondasi tersebut meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Heri Herawan mendorong para pelajar yang didominasi Generasi Z untuk giat belajar dan berkontribusi nyata demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Masa depan kemajuan bangsa berada di tangan generasi yang memilih untuk bekerja sungguh-sungguh.
"Sejarah kemajuan Indonesia ke depan akan ditulis oleh generasi yang memilih untuk belajar lebih tekun, bekerja lebih sungguh, dan berbuat nyata bagi sesama. Adik-adiklah yang akan mengangkat martabat dan kejayaan Indonesia di masa depan," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Heri Herawan mengingatkan besarnya andil para tokoh sejarah asal Banten dalam perjuangan kemerdekaan nasional. Beberapa di antaranya adalah Sultan Ageng Tirtayasa, KH Syam'un, hingga Raden Aria Wangsakara.
Spirit perjuangan dari para pahlawan daerah tersebut dinilai perlu dialirkan secara berkelanjutan lewat aktivitas positif yang mampu menggembleng kedisiplinan dan watak nasionalisme anak muda.
"Penguatan nasionalisme bukanlah proses instan dan tidak lahir dari ruang hampa. Ia harus terus digugah, dipupuk, dan dirawat agar tetap hidup dalam sanubari setiap anak bangsa," kata Heri.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan memandang LKBB-PB memegang fungsi strategis dalam membangun karakter remaja. Kegiatan ini dinilai melahirkan generasi yang tangguh, disiplin, patriotik, dan menjunjung persatuan.
"Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi keterampilan baris berbaris dan pengibaran bendera semata, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter generasi muda yang disiplin, tangguh, berjiwa nasionalis serta memiliki semangat persatuan dan cinta tanah air," ujarnya.
Pilar Saga Ichsan menambahkan bahwa kompetensi seperti kepemimpinan, ketelitian, serta kerja sama tim yang diperlihatkan peserta merupakan modal krusial untuk masa depan daerah dan bangsa.
Ia menyampaikan rasa bangga atas besarnya atensi dari para peserta yang datang dari berbagai wilayah di Banten. Fenomena ini memperlihatkan kesiapan mental generasi muda dalam mengabdi bagi kemajuan Indonesia.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan selaku pihak tuan rumah menegaskan komitmen penuh untuk memfasilitasi program kepemudaan yang berfokus pada penguatan nilai kebangsaan.
"Kami meyakini bahwa investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalah melalui pembinaan generasi muda yang unggul, disiplin, dan cinta tanah air," kata Pilar.