Motorola Razr Fold Meluncur di Indonesia dengan Kamera DXOMARK

Share

Motorola resmi menghadirkan smartphone layar lipat terbarunya, Motorola Razr Fold, ke pasar Indonesia dengan keunggulan pada sektor kamera yang meraih skor 164 dari pemeringkatan DXOMARK. Informasi peluncuran ponsel premium ini dilansir dari Detik iNET.

Pencapaian skor tertinggi di kategori ponsel lipat tersebut menjadi modal utama perusahaan untuk bersaing di tanah air. Kualitas kamera ini diharapkan dapat mengubah persepsi konsumen mengenai keterbatasan fitur fotografi pada perangkat foldable.

"Berdasarkan informasi publik dari DXOMARK, ketika perangkat disaring dalam kategori seluruh smartphone foldable atau flip yang pernah diluncurkan secara global, Motorola Razr Fold menempati posisi pertama dengan skor kamera 164," ujar Product Portfolio Head Motorola Indonesia Zulfahmi.

Produsen menyematkan sistem kamera flagship agar pengguna tidak perlu mengorbankan fungsionalitas demi estetika desain lipat.

"Ketika membeli perangkat foldable, konsumen mendapatkan gaya dan keunikan. Namun, mereka biasanya khawatir harus berkompromi dalam hal kamera atau fitur. Di Motorola, kami tidak ingin melakukan kompromi tersebut," jelas Zulfahmi.

Sektor hardware dilengkapi tiga kamera belakang yang masing-masing beresolusi 50 MP, menggunakan sensor Sony LYTIA 828 pada kamera utama, sensor ultrawide dengan sudut 122 derajat, serta lensa telefoto periskop dengan sensor Sony LYTIA 600. Zulfahmi menambahkan bahwa penggunaan sensor ini tergolong langka untuk perangkat lipat.

"Untuk konfigurasinya, kami menggunakan sensor Sony LYTIA. Penggunaan sensor ini masih cukup jarang, terutama pada perangkat foldable," kata Zulfahmi.

Kamera utama ponsel ini mampu merekam video beresolusi 8K pada 30 fps serta mendukung teknologi perekaman Dolby Vision pada lensa utama dan periskopnya. Integrasi teknologi ini diklaim mampu memperluas jangkauan pencahayaan gambar secara signifikan.

"Berkat Dolby Vision dan sensor Sony LYTIA 828, perangkat ini memiliki kemampuan dynamic range hingga enam kali lebih luas dibandingkan sistem kamera pada umumnya," ungkap Zulfahmi.

Selain optimalisasi peranti keras, Motorola menyertakan fitur kecerdasan buatan seperti Zero Shutter Lag, AI-powered Portrait, AI Action Shot, dan AI Photo Enhancement Engine. Kamera utamanya dibekali sistem OIS dengan jangkauan kompensasi hingga 3,5 derajat demi meminimalkan guncangan.

"Untuk sistem stabilisasi, OIS pada perangkat ini memiliki jangkauan kompensasi yang lebih luas. Hal tersebut membantu menghasilkan foto dan video yang lebih stabile," kata Zulfahmi.

Dapur pacu ponsel seharga Rp 25,5 juta ini ditenagai prosesor Snapdragon 8 Gen 5, RAM 12 GB, memori internal 256 GB, serta baterai berkapasitas 6.000 mAh dengan pengisian daya kabel 80 watt. Layar utamanya menggunakan panel LTPO 2K berukuran 8,1 inci, didampingi layar cover sebesar 6,6 inci dengan refresh rate hingga 165 Hz.

"Dengan baterai 6.000 mAh, sensor kamera yang mendapatkan pengakuan DXOMARK, serta layar dengan tingkat kecerahan tinggi, kami percaya Motorola Razr Fold memiliki posisi yang sangat kompetitif," pungkas Zulfahmi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author