Direktur Mossad Copot Dua Pejabat Terkait Kegagalan Operasi Iran
Direktur Mossad Roman Gofman memberhentikan dua pejabat senior badan intelijen Israel setelah skenario penggulingan kekuasaan di Iran gagal diimplementasikan di lapangan. Restrukturisasi internal di tubuh organisasi mata-mata tersebut dilaporkan oleh Channel 12 pada Kamis, 6 Agustus 2026. Pencopotan kedua petinggi intelijen itu dilakukan melalui kesepakatan bersama dan keduanya tetap bertugas di Mossad dengan peran berbeda.
Langkah tegas ini diambil Gofman sebagai bentuk pertanggungjawaban atas proposal strategi yang tidak berjalan sesuai rencana awal. Rencana rahasia yang disusun Mossad bersama CIA tersebut melibatkan pengerahan pasukan darat dari kelompok minoritas Kurdi menuju wilayah Iran di dekat perbatasan Irak. Skema ini dirancang dengan dukungan serangan udara masif dari jet tempur Israel dan Amerika Serikat.
Para perencana intelijen memproyeksikan infiltrasi tersebut akan memicu perlawanan massal pemuda Kurdi hingga meluas ke seluruh wilayah Iran. Dalam dokumen perencanaan tersebut, mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad bahkan disiapkan untuk memimpin pemerintahan baru pasca-keruntuhan rezim.
Upaya perekrutan Ahmadinejad telah diawali lewat pertemuan rahasia dengan mantan Kepala Mossad David Barnea di Hungaria. Namun, strategi tersebut runtuh setelah rincian operasi bocor, adanya penolakan dari Turki, serta keengganan dari kelompok Kurdi sendiri. Pejabat Amerika Serikat kemudian menilai estimasi Israel mengenai kejatuhan pemerintah Iran terlalu optimistis. Pada saat bersamaan, Kementerian Intelijen Iran mengumumkan penangkapan 21 orang yang dituduh mengumpulkan informasi intelijen militer untuk Mossad di Provinsi Kerman.