Monumen Rawagede Simpan Sejarah dan Filosofi Unik Pembantaian 1947

Share

Monumen Rawagede di Karawang menjadi situs penting yang mengenang tragedi pembantaian yang dilakukan oleh tentara Belanda pada 9 Desember 1947, dilansir dari Detik Travel.

Terletak di Jalan Monumen Rawagede Nomor 2, Balongsari, monumen ini diresmikan pada tahun 1996 dan terdiri dari kompleks monumen serta makam korban pembantaian tersebut.

Bangunan Monumen Rawagede memiliki makna filosofi yang mendalam. Bangunan ini dilengkapi dengan 17 anak tangga, berbentuk segi delapan, memiliki empat keramik anak tangga, dan tinggi mencapai lima meter.

Angka-angka tersebut melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia, yaitu 17-8-45. Edukator Monumen Rawagede, Karyadi, menjelaskan bahwa filosofi ini dibuat agar generasi muda selalu mengingat hari kemerdekaan.

Kisah Pilu Patung Ibu Entih

Di dalam kompleks monumen terdapat patung Ibu Entih yang menyimpan cerita sedih. Patung ini menggambarkan seorang ibu yang merangkul dua anaknya yang menjadi korban pembantaian.

Menurut Karyadi, patung tersebut menggambarkan betapa dalamnya rasa sakit hati seorang ibu saat kehilangan anaknya dalam peristiwa tersebut.

Taman Makam dan Jumlah Korban

Kompleks monumen juga memiliki taman makam pahlawan bernama Taman Makam Pahlawan Sampurna Raga, yang menjadi tempat peristirahatan 181 korban. Jumlah ini hanya sebagian dari total korban pembantaian yang mencapai 483 orang.

Korban yang dimakamkan adalah mereka yang berhasil ditemukan dan diidentifikasi. Karyadi menambahkan bahwa pada masa itu, jenazah korban dirawat oleh seorang perempuan karena para laki-laki dibantai semua.

Sejarah Rel Kereta di Rawagede

Rawagede pernah menjadi lokasi strategis bagi perjuangan kemerdekaan. Pada masa agresi militer Belanda, daerah ini dijadikan markas karena adanya jalur kereta Karawang-Rengasdengklok.

Karyadi menyebutkan bahwa dulunya terdapat stasiun dan rel kereta yang kini sudah tidak ada, tetapi bekas rel tersebut masih bisa dilihat di sekitar monumen.

Keberadaan sarana transportasi ini menjadi salah satu alasan para pejuang memilih Rawagede sebagai markas.

Monumen Rawagede tidak hanya menyimpan sejarah kelam, tetapi juga menawarkan nilai edukasi dan kenangan unik yang bisa dipelajari oleh pengunjung yang datang ke lokasi tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author