Monako Rawat Hewan Terlantar di Kebun Binatang Unik Jardin Animalier Rainier III
Monako, negara terkecil kedua di dunia dengan luas hanya 2,02 km persegi, memiliki satu kebun binatang dengan konsep berbeda yang berfokus pada penyelamatan hewan, bukan hiburan semata.
Kebun binatang Jardin Animalier Rainier III berdiri sejak 25 Desember 1954 berawal dari inisiatif H.S.H. Pangeran Rainier III yang membawa sekitar tiga puluh hewan terluka dari Afrika untuk dirawat dan dilindungi di satu kawasan khusus.
Berbeda dari kebun binatang pada umumnya, semua satwa di sini bukan hasil pembelian, melainkan berasal dari sumbangan, penyitaan bea cukai, atau hewan yang diselamatkan dari penelantaran. Pendekatan ini memberikan hewan-hewan dalam bahaya kesempatan hidup kedua dengan perawatan penuh perhatian.
Kebun binatang ini kini menampung sekitar enam puluh spesies yang tersebar di area seluas satu hektar, termasuk burung eksotis, reptil, primata, lemur, kura-kura, caiman, dan hewan ternak kecil. Hanya satu kuda nil yang menjadi satwa berukuran besar di sana.
Pollux, kuda nil amfibi, menjadi maskot kebun binatang ini setelah tiba pada tahun 1986 pasca penutupan sirkus. Ia menjadi simbol dari misi perlindungan hewan yang dijalankan kebun binatang ini dan sangat dicintai oleh pengunjung dari berbagai generasi.
Terletak di lereng selatan Rocher dengan pemandangan Pelabuhan Fontvieille, Jardin Animalier menawarkan lingkungan hijau dan tenang yang dirancang khusus dengan aksesibilitas lengkap, termasuk jalan setapak dan fasilitas untuk pengunjung dengan mobilitas terbatas.
Kebun binatang juga menyediakan area bermain bagi anak-anak, menjadikannya tempat edukasi sekaligus pelestarian satwa di tengah keterbatasan wilayah Monako yang padat penduduk.
Namun, sepanjang tahun 2026, Jardin Animalier Rainier III ditutup sementara untuk menjalani proyek perbaikan keamanan tebing batu yang kritis serta modernisasi besar-besaran agar keberlangsungan perlindungan satwa tetap terjaga.
Informasi ini dikutip dari Detik Travel dan menegaskan bahwa Monako memprioritaskan perlindungan hewan dengan pendekatan etis dan berkelanjutan di kebun binatangnya.