5 Mitos Makanan Gorengan yang Tidak Perlu Dipercaya Menurut Pakar

Share

Makanan yang digoreng menjadi salah satu olahan yang sangat disukai, namun banyak mitos seputar teknik dan penggunaan minyak yang sering kali keliru. Menurut para pakar kuliner, berikut adalah 5 mitos tentang makanan yang digoreng yang tidak perlu lagi Anda percaya.

  1. Makanan yang digoreng selalu berminyak — Makanan yang digoreng dengan benar seharusnya tidak terasa berminyak sama sekali. Tekstur berminyak biasanya disebabkan oleh minyak yang terlalu dingin, wajan yang terlalu penuh, atau proses penirisan yang kurang tepat.
  2. Semakin panas minyak, semakin bagus hasil gorengannya — Minyak yang terlalu panas akan membakar bagian luar makanan sebelum bagian dalamnya matang. Kunci utamanya adalah mempertahankan suhu ideal antara 176–190 derajat Celsius agar makanan matang merata dan renyah keemasan.
  3. Mengisi wajan terlalu penuh tidak memengaruhi rasa dan tekstur — Memasukkan terlalu banyak makanan sekaligus dapat menurunkan suhu minyak secara drastis dan memerangkap uap air, sehingga membuat makanan menjadi lembek dan memengaruhi rasa.
  4. Semua jenis minyak cocok untuk menggoreng — Tidak semua minyak cocok digunakan untuk menggoreng karena beberapa memiliki aroma yang terlalu kuat atau titik asap yang rendah. Disarankan menggunakan minyak olahan yang netral dan tahan suhu tinggi seperti minyak canola.
  5. Minyak goreng harus langsung dibuang usai sekali dipakai — Minyak goreng sebenarnya dapat digunakan kembali beberapa kali asalkan didinginkan, disaring dari sisa makanan, dan disimpan dalam wadah tertutup rapat, selama tidak menunjukkan tanda-tanda rusak seperti berbau gosong atau kental.
Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author