Misi Kushner di Israel Gagal Capai Kesepakatan Lanjutan Gaza

Share

Upaya diplomatik Amerika Serikat untuk merealisasikan rencana perdamaian di Jalur Gaza menemui jalan buntu. Pertemuan antara utusan khusus AS Jared Kushner dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak menghasilkan kesepakatan baru, seperti dilansir dari Detikcom.

Diskusi yang berlangsung pada Senin (17/8/2026) tersebut dirancang untuk membujuk pihak Israel agar menerima skema perdamaian yang sebelumnya diumumkan Presiden Donald Trump. Langkah diplomasi ini dilakukan Kushner usai memimpin perundingan bersama para mediator dari Qatar, Turki, dan Mesir di El-Alamein.

Titik krusial penolakan Netanyahu terletak pada skema perlucutan senjata kelompok Hamas secara bertahap. PM Israel keberatan jika penarikan militer Israel harus ditukar dengan penyerahan kontrol Gaza kepada pasukan internasional, meskipun Hamas telah menyatakan persetujuan bersyarat atas rencana 15 poin tersebut.

Kushner menilai penolakan tersebut merugikan potensi keamanan Israel sendiri. Menurutnya, penyerahan senjata dan pembongkaran jaringan terowongan oleh Hamas dalam durasi 60 hingga 90 hari dapat menghilangkan ancaman utama secara permanen.

"Bagi Israel, kami menilai ini sebagai situasi yang saling menguntungkan, karena jika Hamas benar-benar menyerahkan senjata dan terowongan mereka secara sukarela dalam kurun waktu 60 hingga 90 hari ke depan, hal itu jelas akan melenyapkan ancaman keamanan yang sangat besar bagi Israel, sebuah pencapaian yang hampir tak terbayangkan," kata Kushner dalam wawancara bersama Fox News.

Pemerintah AS memberikan penekanan bahwa bukti komitmen berada di tangan kelompok bersenjata Gaza tersebut. Jika janji tidak dipenuhi, dukungan internasional bagi tindakan militer Israel akan menguat.

"Jika mereka tidak menepati komitmen mereka sekarang, maka semua pihak akan melihat bahwa mereka tidak sungguh-sungguh menginginkan perdamaian, dan dengan demikian, Israel akan mendapatkan dukungan yang jauh lebih besar dari AS dan pihak lainnya untuk menuntaskan tugasnya dengan cara yang tepat," kata menantu Trump tersebut.

Washington menegaskan proses rekonstruksi fisik wilayah Gaza ditangguhkan penuh sampai seluruh persenjataan non-pemerintah diserahkan. Sementara itu, operasi militer dan serangan udara di kawasan pesisir tersebut masih terus berlangsung.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author