Militer Israel Tembak Mati Dua Warga di Lebanon Selatan
Tembakan dari militer Israel menewaskan dua orang warga di Nabatieh al-Fawqa, Lebanon selatan, pada Selasa (23/6/2026), di tengah kondisi gencatan senjata yang masih rapuh dengan kelompok Hizbullah. Insiden mematikan ini merupakan yang pertama kalinya terjadi dalam beberapa hari terakhir, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Kematian kedua korban tersebut dikonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan Lebanon setelah Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan adanya tembakan senapan mesin dari tentara Israel. Peristiwa terjadi saat kedua pria itu berada di dekat ekskavator yang sedang membuka blokade jalan.
Pihak Hizbullah mengecam keras tindakan tersebut dan menganggapnya sebagai pelanggaran nyata terhadap kesepakatan damai yang sedang berjalan.
"terang-terangan" ujar Hizbullah, mengecam tindakan tersebut.
Kelompok yang didukung Iran ini juga memberikan pernyataan lanjutan mengenai eskalasi serangan di wilayah tersebut.
"serangan pengkhianatan" kecam Hizbullah.
Di sisi lain, pihak militer Israel memberikan penjelasan mengenai alasan pelepasan tembakan yang dilakukan oleh pasukannya di zona keamanan.
"tembakan tambahan dilakukan untuk menghilangkan ancaman" kata Militer Israel.
Pasukan Israel menyatakan bahwa tindakan tersebut berawal dari tembakan peringatan ke arah empat milisi yang dicurigai berada di atas buldoser dan sepeda motor. Pihak Israel juga mengklaim mendeteksi pergerakan kelompok bersenjata lain di wilayah perbatasan setinggi 10 kilometer di dalam wilayah Lebanon.
"menyerang… untuk menghilangkan ancaman" tambah Militer Israel.
Sementara itu, eskalasi di wilayah lain juga dilaporkan oleh NNA melalui pemantauan udara di pinggiran kota Baraasheet.
"sebuah drone musuh menargetkan sebuah mobil yang diparkir" lapor NNA.
Hingga saat ini, laporan mengenai korban jiwa dari serangan pesawat tanpa awak di Baraasheet tersebut belum dilaporkan secara resmi oleh otoritas setempat.