Militer Israel Meledakkan Rumah Warga Palestina di Tepi Barat
Pasukan militer Israel merobohkan rumah warga Palestina bernama Farouq Ramadan di Kota Tell, Tepi Barat, pada Senin (10/8/2026) malam hingga Selasa (11/8/2026) pagi. Tindakan ini dilakukan pascabentrokan mematikan pada 24 Juli 2026 lalu yang menewaskan seorang pemukim, satu tentara, dan empat warga Palestina.
Pengoperasian demolisi kediaman tersebut diawali dengan pergerakan puluhan unit kendaraan lapis baja serta tim zeni militer Israel yang mendatangi lokasi. Petugas secara paksa mengosongkan kawasan pemukiman di sekitar area sasaran sebelum tindakan peledakan dijalankan.
"Sekitar pukul 08.15 pagi (05.15 GMT), militer Israel meledakkan apartemen tempat tinggal mendiang Farouq Ramadan bersama istri dan kelima putrinya," ujar Wali Kota Tell, Walid Zaidan, kepada AFP.
Penyisiran dan penempatan bahan peledak dilakukan secara langsung oleh satuan teknik militer di lantai dua bangunan tempat tinggal tersebut. Pihak tentara mengonfirmasi tindakan tersebut sebagai bagian dari operasi balasan.
"Menghancurkan rumah tempat tinggal teroris yang melakukan penembakan tersebut," kata militer Israel dalam sebuah pernyataan resmi.
Otoritas pertahanan Israel mengklaim langkah represif berupa penghancuran infrastruktur sipil ini akan terus dilanjutkan di kawasan Tepi Barat.
"Kami akan terus mengambil tindakan proaktif dan ofensif untuk menggagalkan terorisme di seluruh Yudea dan Samaria serta menyeret ke pengadilan para teroris yang berupaya mencelakai warga Negara Israel," demikian pernyataan militer Israel, yang menggunakan istilah alkitabiah untuk wilayah Tepi Barat.
Pihak Radio Militer Israel menyebut jangka waktu dua minggu untuk merobohkan rumah tersebut sebagai "rekor waktu yang belum pernah terjadi sebelumnya". Operasi ini berlangsung serangkaian dengan gelombang penggerebekan massal di berbagai wilayah lain seperti Burqa, Bethlehem, dan Jenin.
Petugas medis dari Bulan Sabit Merah Palestina menangani enam warga yang mengalami luka-luka akibat serangan aparat dan penjarahan properti di Burqa. Pada saat bersamaan, data stasiun penyiaran Kan mencatat peningkatan kekerasan pemukim Israel sebesar 63 persen sepanjang paruh pertama tahun 2026 dengan total 660 insiden terorisme yang terdokumentasi.