Militer AS Kerahkan Drone Laut Selamatkan Pilot Helikopter di Oman

Share

Angkatan Laut Amerika Serikat mengerahkan drone laut bertenaga kecerdasan buatan untuk menyelamatkan dua pilot helikopter Apache yang jatuh di lepas pantai Oman dekat Selat Hormuz pada Senin (8/6/2026) malam waktu setempat.

Operasi penyelamatan ini menjadi misi pertama yang mengintegrasikan sistem tanpa awak dan kecerdasan buatan oleh militer Amerika Serikat di lautan. Juru bicara Komando Pusat AS atau CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, memaparkan keterlibatan teknologi tersebut dalam konferensi pers seperti dilansir dari Detikcom.

Hawkins menjelaskan bahwa drone laut yang dikerahkan dalam misi penyelamatan tersebut merupakan jenis Corsair produksi Saronic Technologies. Alutsista otonom ini dioperasikan oleh Satuan Tugas 59 dari Armada Kelima Angkatan Laut AS.

"Drone permukaan yang membantu penyelamatan awak Apache tadi malam di lepas pantai Oman adalah kapal permukaan tak berawak Corsair Angkatan Laut AS yang dioperasikan oleh Satuan Tugas 59 Armada Kelima AS. Satuan tugas ini mulai mengerahkan drone-drone ini di wilayah operasi pada akhir Maret," kata Hawkins.

Berdasarkan data resmi produsen, drone Corsair memiliki panjang 7,3 meter dengan kemampuan mengangkut muatan hingga 454 kilogram. Robot laut ini dirancang untuk mampu menjelajah hingga sejauh 1.000 mil laut.

"Done tersebut menjemput mereka dan mengangkut mereka ke sebuah lokasi lainnya di perairan tempat mereka dinaikkan ke helikopter untuk diangkut lebih lanjut," ungkap Hawkins.

Pihak militer memilih drone Corsair karena posisinya yang strategis di wilayah operasi. Faktor kedekatan jarak dengan lokasi jatuhnya heli dan kapabilitas teknologi menjadi alasan utama pemilihan wahana tanpa awak ini.

Sebelumnya, otoritas tertinggi Washington mengonfirmasi adanya serangan terhadap alutsista udara mereka di wilayah Selat Hormuz. Pihak Gedung Putih menyatakan pesawat tersebut sedang melakukan patroli rutin saat insiden terjadi.

"harus, tentu saja, merespons serangan ini" kata Donald Trump, Presiden AS.

Pernyataan dari pemimpin Amerika Serikat tersebut juga menegaskan bahwa kedua awak helikopter penyerang itu berada dalam kondisi selamat. Sementara itu, CENTCOM mengeluarkan laporan terpisah mengenai detail waktu jatuhnya pesawat.

"Tentara-tentara itu berhasil diselamatkan dalam waktu sekitar dua jam dan dalam kondisi stabil," sebut CENTCOM.

Helikopter Apache AH-64 dilaporkan jatuh sekitar pukul 23.00 GMT saat berpatroli di perairan regional. Investigasi mendalam mengenai penyebab pasti jatuhnya helikopter saat ini sedang berjalan di bawah pengawasan otoritas militer.

"Upaya penyelamatan dipimpin oleh Komando Angkatan Laut Pusat AS dan Divisi Lintas Udara ke-82, dengan dukungan dari unit Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS, termasuk Satuan Tugas 59 Armada Kelima AS," imbuh CENTCOM.

Satuan Tugas 59 Armada Kelima AS merupakan unit khusus yang bertugas di kawasan Timur Tengah. Unit ini fokus pada integrasi sistem tanpa awak dan kecerdasan buatan untuk mendukung operasi maritim sehari-hari.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author