Pusat Meteorologi Arab Saudi Siagakan Pemantauan Cuaca Ekstrem di Armuzna
Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi atau NCM menyiagakan penuh seluruh sistem pemantauan cuaca di wilayah Makkah, Madinah, dan kawasan Armuzna pada Rabu (20/5/2026). Langkah antisipasi ini diambil setelah otoritas mendeteksi ancaman gelombang panas ekstrem dan potensi badai pasir yang diprediksi melanda seluruh tempat suci selama fase puncak ibadah haji 1447 H.
Suhu udara di tempat-tempat suci tersebut diperkirakan melonjak hingga menyentuh angka 47 derajat Celsius pada siang hari, terhitung sejak awal Zulhijah sampai Hari Tarwiyah pada 8 Zulhijah. Selain temperatur yang menyengat, pergerakan angin permukaan dari arah barat daya menuju barat laut dengan kecepatan 15 hingga 40 kilometer per jam diproyeksikan bakal memicu debu dan pasir berterbangan.
Otoritas cuaca setempat juga mengonfirmasi bahwa tingkat kelembapan udara pada periode awal tersebut berada di kisaran 10 hingga 40 persen. Dinamika cuaca ini dipantau secara ketat menggunakan puluhan perangkat observasi modern, termasuk 59 stasiun otomatis, 19 stasiun bergerak, serta empat unit radar cuaca tetap dan mobile.
Kondisi atmosfer diperkirakan sedikit bergeser saat memasuki Hari Arafah pada 9 Zulhijah hingga 13 Zulhijah, di mana suhu udara berkisar antara 42 hingga 44 derajat Celsius. Kendati temperatur maksimal menurun, tingkat kelembapan udara dilaporkan meningkat hingga mencapai 55 persen dengan potensi pertumbuhan badai petir dari kawasan dataran tinggi Taif yang dapat merembet ke Armuzna.
Guna menjamin pasokan data prakiraan cuaca yang presisi, NCM meluncurkan Media Production and Digital Communication Center berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menyebarkan pesan keselamatan dalam berbagai bahasa. Di sisi lain, imbauan mitigasi mandiri mulai disosialisasikan kepada kelompok terbang jemaah demi mencegah kendala kesehatan akibat paparan matahari.
Ketua Kloter 27 UPG, Imron Rosadi, mengonfirmasi perlunya persiapan fisik dan mental jemaah asal Papua sebelum memasuki fase Armuzna dalam beberapa hari mendatang. Jemaah diminta mengurangi kegiatan di luar ruangan pada siang hari, rutin mengonsumsi air putih, serta memanfaatkan pelindung diri seperti payung dan topi.
"Beberapa hari kedepan kita akan ke Armusna (Arafah, Musdalifa dan Mina). Saya minta kepada calon haji asal provinsi Papua, kurangi aktivitas yang membutuhkan energi dan di luar ruangan. Sering minum air putih, menyiapkan fisik dan mental, jangan sampai mengalami kendala kesehatan," ucap Imron Rosadi, Ketua Kloter 27 UPG.
Pihak berwenang mengimbau jemaah untuk lebih sering menyemprotkan air ke wajah agar kebugaran tubuh tetap terjaga selama beraktivitas di Masjidil Haram. Berdasarkan laporan Gulf News dan Saudi Press Agency, sistem operasional terpadu Arab Saudi kini fokus mengawal pergerakan jutaan jemaah di tengah tantangan cuaca ekstrem tersebut.