Mesir Tundukkan Australia Lewat Adu Penalti di Piala Dunia 2026

Share

Tim nasional Mesir mengunci tiket babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Australia melalui babak adu penalti di Stadion Dallas pada Jumat (3/7) waktu setempat. Langkah bersejarah ini dipastikan setelah laga babak 32 besar berakhir imbang 1-1 selama 120 menit.

Kemenangan The Pharaohs dipastikan setelah eksekusi penalti Hossam Abdelmaguid mengecoh kiper pengganti Australia, Mat Ryan. Sebelumnya, dua penendang Socceroos, Harry Souttar dan Lucas Herrington yang berusia 18 tahun, gagal menyarangkan bola ke gawang.

Hasil ini menandai pertama kalinya dalam sejarah Mesir memenangkan laga fase gugur Piala Dunia. Keberhasilan menembus babak 16 besar ini mengulang pencapaian tahun 1934, saat turnamen baru diikuti oleh 16 tim dan Mesir langsung kalah dari Hungaria.

Pelatih timnas Mesir, Hossam Hassan, mendedikasikan pencapaian emosional ini untuk masyarakat Timur Tengah yang sedang mengalami konflik.

"My heart and soul are with the Palestinian people," kata Hassan. "I thank them and dedicate this victory to them. We succeeded in making Arab people proud.

I wanted to win for the sake of the good people. God is honouring us because of the good people who are here."

Sebelumnya, jalannya pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Skuad asuhan Hossam Hassan unggul lebih dulu pada menit ke-13 melalui penyerang Al-Ahly, Emam Ashour, yang menyundul bola muntah hasil tembakannya sendiri setelah menerima umpan Karim Hafez.

Australia menyamakan kedudukan pada menit ke-55 babak kedua melalui gol bunuh diri. Bola tendangan bebas Aiden O'Neill salah diantisipasi oleh bek Mesir, Mohamed Hany, yang justru menyundul bola ke dalam gawang sendiri.

Menjelang akhir babak tambahan waktu, pelatih Australia melakukan perjudian dengan mengganti kiper Patrick Beach untuk memasukkan Mat Ryan khusus menghadapi adu penalti. Namun, mantan kiper Brighton tersebut gagal membendung seluruh eksekutor penalti Mesir, termasuk sepakan gaya Panenka dari Mohamed Salah.

Persiapan Mesir menjelang laga ini sempat terganggu akibat insiden di hotel tim satu hari sebelum pertandingan. Direktur tim Ibrahim Hassan terlibat perselisihan fisik dengan petugas kepolisian Dallas yang bertindak agresif saat menghalangi seorang pemain berfoto dengan anak kecil.

Pihak Kepolisian Dallas kemudian mengakui adanya insiden tersebut dan menyatakan bahwa keributan dipicu oleh sejumlah individu yang tidak menunjukkan kartu identitas dengan benar. Selanjutnya, timnas Mesir akan terbang ke Atlanta untuk menghadapi pemenang laga antara Tanjung Verde atau Argentina.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author