Menteri Transmigrasi Gelar Program Transmigrasi Patriot Guna Pacu Ekonomi
Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara menggelar program Transmigrasi Patriot untuk menumbuhkan ekonomi di kawasan transmigrasi pada Jumat (26/6/2026). Langkah tersebut diambil sebagai pelaksanaan dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Pelaksanaan penataan wilayah ini didasarkan pada perintah kepala negara terkait transformasi yang telah berjalan sejak awal dua tahun lalu. Iftitah menjelaskan bahwa kebijakan tersebut kemudian diperkuat oleh temuan ilmiah terbaru dari ranah internasional.
"Apa sih basic-nya Transmigrasi Patriot? Kami sudah memulai awal tahun 2023. Ya, atas perintah Bapak Presiden lakukan transformasi, kita sudah mulai awal tahun 2023. Ternyata, Oktober 2025 ada peraih Nobel, yang memperkuat tesis kami," kata Iftitah, Menteri Transmigrasi Suryanagara.
Pengembangan ekonomi regional tersebut dinilai memerlukan dorongan dari aspek pemanfaatan teknologi terkini. Hubungan antara kemajuan ilmiah dan peningkatan kesejahteraan menjadi landasan utama program ini.
"Apa itu? Kalau mau pertumbuhan ekonomi bagus, harus ada banjir yang didukung ilmu pengetahuan dan teknologi. Nggak bisa tanpa ilmu pengetahuan dan teknologi," sambung Iftitah, Menteri Transmigrasi Suryanagara.
Presiden menginginkan agar kawasan penempatan penduduk ini dapat dioptimalkan sebagai pusat riset bagi para akademisi dalam negeri. Adanya aktivitas penelitian yang masif diharapkan mampu melahirkan pencapaian ilmiah tertinggi di tingkat global.
"Presiden ingin peraih Nobel. Peraih Nobel tidak mungkin tercipta tanpa penelitian. Tidak mungkin, tidak mungkin.
Berarti harus lebih banyak lagi guru besar kita meneliti. Nah, seluruh kawasan transmigrasi itu adalah laboratoriumnya," kata Iftitah, Menteri Transmigrasi Suryanagara.
Selain target pencapaian penghargaan internasional, program ini juga diarahkan untuk mendukung peningkatan reputasi perguruan tinggi nasional di kancah dunia. Kawasan transmigrasi akan disediakan sebagai wadah nyata bagi civitas akademika untuk menjalankan pengabdian.
"Yang kedua, Presiden ingin apa? Presiden ingin agar Universitas Indonesia masuk 100 bahkan 10 besar dunia. Belum tentu, tidak mungkin tanpa penelitian dan pengabdian masyarakat. Nah, ini wahananya," kata Iftitah, Menteri Transmigrasi Suryanagara.
Melalui skema Transmigrasi Patriot, pemerataan tenaga ahli ke berbagai daerah diharapkan dapat memicu industrialisasi berbasis sumber daya manusia. Distribusi populasi berpendidikan tinggi ini diproyeksikan bakal mengonversi potensi komoditas lokal secara lebih efektif.
"Jadi hilirisasi kepada komoditas, SDM pun harus kita lakukan industrialisasi. Dengan menyebar semua orang-orang pintar ke seluruh kawasan transmigrasi, itu adalah bentuk industrialisasi SDM," imbuh Iftitah, Menteri Transmigrasi Suryanagara.