Menteri Sosial Buka MPLS Sekolah Rakyat Gelombang Kedua di 65 Sekolah

Share

Sebanyak 65 Sekolah Rakyat menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) gelombang kedua secara serentak pada Jumat, 31 Juli 2026.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) membuka MPLS ini secara virtual dari Jakarta, sementara Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono hadir langsung di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Wonosobo, Jawa Tengah, sebagai tempat pembukaan.

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif strategis Presiden Prabowo Subianto untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang belum tersentuh layanan pendidikan, termasuk yang putus sekolah maupun belum pernah bersekolah.

"Data menunjukkan lebih dari empat juta anak usia sekolah di Indonesia tidak bersekolah. Anak-anak inilah yang menjadi penerima manfaat Sekolah Rakyat," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7/2026).

Pelaksanaan MPLS dilakukan bertahap dalam empat gelombang bukan karena keterlambatan, melainkan untuk memastikan kesiapan sekolah menerima peserta didik dengan prioritas keselamatan dan kenyamanan anak.

"Ada tiga hal yang menjadi pertimbangan, yakni kesiapan fungsional sarana dan prasarana, keselamatan dan kenyamanan anak sebagai prioritas utama, serta kepastian utilitas dasar seperti air bersih, listrik, dan sanitasi telah terverifikasi," jelas Gus Ipul.

Ia juga menegaskan MPLS harus menjadi ruang yang ramah anak dan bebas dari perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, serta intoleransi.

"Saya minta dikawal betul. Jangan sampai terjadi perundungan, kekerasan, baik fisik maupun seksual, serta intoleransi. Tidak ada satu pun anak yang boleh pulang membawa luka dari sekolah yang seharusnya menjadi rumah kedua mereka," tegasnya.

Menurut Gus Ipul, MPLS bukan sekadar pengenalan lingkungan sekolah, melainkan momen penting memetakan kondisi awal setiap peserta didik mulai dari kesehatan fisik, psikologis, hingga minat dan bakat.

"MPLS adalah momen mencari baseline atau titik nol kondisi setiap anak, mulai dari kesehatan fisik, kondisi psikologis, hingga minat dan bakatnya. Dari titik nol inilah kita merancang intervensi yang tepat agar setiap anak berkembang sesuai kebutuhannya," ujarnya.

Selain pembelajaran di kelas, siswa juga akan didampingi taruna TNI dan Polri untuk membangun kedisiplinan dan kemandirian dalam pengelolaan kehidupan berasrama.

"Kehadiran mereka bukan sebagai atasan, tetapi sebagai kakak yang membentuk kebiasaan baik sejak hari pertama, mulai dari disiplin waktu, merapikan tempat tidur, hingga bertanggung jawab terhadap diri sendiri," kata Gus Ipul.

Kepada orang tua, Gus Ipul mengajak untuk mendukung anak-anaknya menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat dengan penuh doa dan dukungan.

"Ini bukan perpisahan, tetapi ikhtiar bersama untuk masa depan anak-anak yang lebih baik. Sesuai arahan Presiden, pintu sekolah akan selalu terbuka. Orang tua dipersilakan menjenguk anak-anaknya kapan pun," tambahnya.

Gus Ipul juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan lahan, tenaga kesehatan, kebersihan, pengamanan, dan guru tamu, serta peran pendamping sosial yang menjangkau keluarga miskin hingga pelosok.

"Kementerian Sosial tidak mungkin bekerja sendiri. Sekolah Rakyat adalah gotong royong pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan program strategis Presiden Prabowo," ujar Gus Ipul.

Ia meminta agar para kepala daerah terus mengawal penyelenggaraan Sekolah Rakyat terutama selama masa transisi tiga bulan ke depan hingga tenaga kependidikan dan sarana pendukung terpenuhi secara optimal.

Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono yang hadir langsung di Wonosobo menyampaikan suasana pembukaan berlangsung meriah dengan kehadiran orang tua dan tamu yang antusias.

"Hari ini cukup meriah. Orang tua siswa hadir, banyak tamu juga hadir, dan anak-anak semua bergembira. Termasuk orang tuanya bergembira, bupatinya juga bergembira," ujar Agus Jabo.

Agus Jabo menjelaskan sementara waktu siswa dari Kabupaten Temanggung mengikuti pembelajaran di SRT 1 Wonosobo hingga sekolah permanen di daerahnya siap digunakan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melaporkan kesiapan SRT 1 Kabupaten Malang yang sudah berdiri di gedung permanen dan mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam pembangunan Sekolah Rakyat.

"Para pendamping sosial harus berulang kali meyakinkan keluarga agar bersedia menyekolahkan anak-anak mereka di Sekolah Rakyat," kata Khofifah.

Menutup sambutannya, Gus Ipul menyampaikan pesan agar siswa memanfaatkan MPLS sebagai awal perjalanan panjang menjadi anak Indonesia yang pintar, berkarakter, dan terampil.

"Selamat datang di rumah baru kalian. Jadikan MPLS ini sebagai awal perjalanan panjang untuk menjadi anak Indonesia yang pintar, berkarakter, dan terampil," pungkasnya.

Informasi ini dilansir dari Detikcom.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author