Menteri PPPA Ajak Kolaborasi Penuhi Hak Anak Menjelang HAN 2026
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengajak pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan keluarga memperkuat kolaborasi untuk memenuhi hak serta memberikan perlindungan kepada setiap anak menjelang peringatan Hari Anak Nasional pada Minggu, 19 Juli 2026.
Langkah kampanye pemenuhan hak anak tersebut dilakukan melalui kegiatan Jelajah SAPA yang menyasar anak-anak disabilitas di Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Cahaya Batin, Jakarta Timur, serta siswa Sekolah Dasar (SD) Dinamika Indonesia di Bantargebang, Kota Bekasi.
Kementerian PPPA mendekatkan layanan, edukasi, dan kampanye kepada masyarakat guna mewujudkan lingkungan aman, inklusif, dan ramah anak demi menyongsong generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
"Menjelang Hari Anak Nasional pada 23 Juli, mari kita jadikan momentum ini untuk semakin mencintai, melindungi, dan memenuhi hak setiap anak. Anak-anak adalah masa depan bangsa yang harus kita dukung agar (anak) dapat meraih cita-citanya," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi saat menghadiri kegiatan Jelajah SAPA di Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Cahaya Batin, Jakarta Timur, Minggu, dilansir dari sulteng.antaranews.com.
Arifah menambahkan bahwa peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi sarana memperkuat komitmen pemenuhan hak anak tanpa diskriminasi, termasuk bagi anak-anak penyandang disabilitas.
"Hari ini kita hadir untuk berbahagia bersama anak-anak. Setiap anak Indonesia, termasuk anak dengan disabilitas, memiliki hak yang sama untuk bermimpi dan meraih cita-citanya. Karena itu Bunda mengajak seluruh pihak bergotong royong menghadirkan lingkungan yang aman, inclusif, dan penuh kasih sayang agar semua anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal," kata Menteri Arifatul Fauzi.
Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pemenuhan gizi anak, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyerahkan bantuan 200 kilogram ikan segar di PSBN Cahaya Batin melalui kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
Selain menyambangi Jakarta Timur, Menteri PPPA juga berdialog langsung dengan anak-anak di wilayah Jawa Barat untuk memberikan motivasi agar terus bersemangat mengejar cita-cita sebagai pilar masa depan bangsa.
"Sebentar lagi kita akan merayakan HAN ke-42 tahun 2026. Ini adalah hari kalian, hari untuk merayakan kegembiraan seluruh anak Indonesia. Melalui kegiatan Jelajah SAPA yang mengusung tema 'Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan' hari ini, Bunda ingin berada dekat dengan kalian dan mendengar langsung cerita serta harapan kalian," ujar Arifah di Bantargebang, dilansir metrotvnews.com dari Antara.
Dalam kesempatan tersebut, Arifah menegaskan komitmen Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam memprioritaskan pemenuhan hak-hak dasar anak, khususnya di bidang kesehatan dan pemenuhan gizi.
"Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto sangat mencintai anak-anak Indonesia. Oleh karena itu Bapak Presiden berkomitmen agar tidak ada lagi anak yang kekurangan gizi, sakit, maupun putus sekolah. Hak-hak dasar ini merupakan bekal utama anak-anak untuk tumbuh menjadi generasi yang berkualitas," tutur Arifah.
Upaya pemenuhan gizi di Bantargebang turut didukung sinergi lintas sektor berupa penyaluran 604 kilogram ikan kembung segar, ratusan paket makanan ringan dari Kementerian Sosial, paket makan siang, serta fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis.
Arifah juga mengingatkan anak-anak Indonesia agar tumbuh menjadi generasi yang saling menjaga, berani berpendapat, menghargai sesama, menolak segala bentuk kekerasan, serta bijak dalam menggunakan media sosial untuk menghindari risiko kekerasan seksual digital.
"Benteng bagi anak-anak bukan sekadar pagar fisik, melainkan benteng hati yang dibangun di dalam keluarga," ujar Arifah saat puncak Lokakarya Forum Anak Nasional 2026, dilansir dari infopublik.id.
Respons positif terhadap aksi sosial lintas sektor ini disampaikan oleh Ketua Perempuan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Pinti) Metta Agustina yang mengapresiasi peningkatan kualitas kesehatan anak-anak di kawasan Bantargebang.
"Ini merupakan kali ke-4 kami mengadakan aksi sosial di SD Dinamika Indonesia, Bantar Gebang. Kami bersyukur melihat perubahan dan kemajuan yang luar biasa dari tahun ke tahun. Kondisi kesehatan anak-anak di sini semakin membaik dan angka anak yang mengalami kurang gizi sudah jauh menurun dibandingkan sebelumnya," kata Metta.
Di samping fokus pada isu anak, ragam peristiwa humaniora lain turut meramaikan berbagai daerah pada Minggu, 19 Juli 2026, seperti gelaran budaya selawat nariyah dalam rangka Haul Masyayikh di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
"Tentu yang pertama harapannya dalam Haul Masyayikh ini mendoakan masyayikh dan tokoh masyarakat se-nusantara, mendapatkan berkah. Selain itu juga mendoakan bangsa Indonesia lebih baik," kata Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, dilansir dari news.republika.co.id.
Kemeriahan tradisi lokal juga berlangsung lewat acara Memet Ikan di Kolam Desa Gemblegan dalam rangka HUT Ke-222 Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang dipadati oleh ribuan warga pembawa jaring penangkap ikan.
"Tadi dapatnya bawal, lumayanlah. Ada juga yang besar, dapat sekitar lima ekor," ujar salah satu peserta asal Desa Tambaksari, Supriyadi (42).
Sementara itu, perayaan budaya juga dimeriahkan melalui Festival Kendaraan Hias di Kota Bandarlampung dan parade busana kebaya yang diikuti seribuan kaum perempuan di Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan.
"Gerakan berkebaya berjalan kaki dari Jembatan Ampera menuju Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Kota Palembang ini secara nyata memperkuat ekonomi keluarga melalui pemberdayaan perempuan," kata Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM) Lana T Koentjoro.