Menteri Perumahan Kolombia Dikecam Usai Berlibur Saat Bencana Gempa M 7,4
Menteri Perumahan Kolombia Jaime Andres Beltran menghadapi gelombang kritik tajam dan ancaman mosi tidak percaya dari kelompok oposisi sayap kiri setelah terungkap pergi berlibur bersama keluarganya ke kawasan Karibia di tengah krisis gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat Kolombia pada 10 Agustus 2026.
Bencana gempa bumi terdahsyat dalam kurun hampir setengah abad di Kolombia tersebut menewaskan hampir 300 orang serta merusak puluhan ribu bangunan. Peristiwa ini terjadi hanya tiga hari setelah Presiden Abelardo de la Espriella resmi dilantik.
Kecaman publik mencuat usai foto dan video Beltran sedang bersantai di pantai kota Santa Marta beredar luas di media sosial. Akibat bencana tersebut, hampir 27.000 rumah hancur dan membuat ribuan warga terpaksa tidur di ruang terbuka.
Merespons gelombang kritik tersebut, Beltran menyampaikan klarifikasi mengenai perjalanannya ke kawasan pesisir tersebut melalui media sosial.
"Tidak sedang berlibur," tulis Beltran di akun X miliknya.
Beltran mengklaim bahwa dirinya hanya mengambil waktu singkat untuk bertemu dengan keluarganya sebelum kembali bertugas.
"Menghabiskan beberapa jam bersama istri dan anak-anak saya, yang sudah tidak saya temui selama berhari-hari," kata Beltran.
Ia menambahkan bahwa dirinya segera kembali bekerja untuk menangani proses rekonstruksi pascabencana. Sementara itu, dampak gempa merusak kota Cali dan Pereira serta memicu krisis kemantuan di mana fasilitas umum seperti sekolah turut hancur.
Di tengah situasi darurat, Presiden Abelardo de la Espriella mengupayakan bantuan ekonomi luar negeri dan berinteraksi langsung dengan pemerintah Amerika Serikat.
"Saya memintanya untuk mempertimbangkan penangguhan sementara tarif tinggi yang berdampak pada produk-produk Kolombia, guna memberikan bantuan bagi para pelaku usaha kami yang sedang menghadapi masa-masa sangat sulit akibat dampak gempa bumi," kata De la Espriella.
Permohonan penangguhan kenaikan tarif impor dari 10 persen menjadi 12,5 persen tersebut disampaikan Espriella dalam pembicaraan telepon selama 10 menit bersama Presiden AS Donald Trump.
"Percakapan berlangsung sangat hangat dan ramah," kata De la Espriella.
Espriella menegaskan bahwa pemerintahannya menghadapi tantangan pemulihan pascabencana di tengah kondisi finansial yang berat.
"Saya menyampaikan kepadanya bahwa kami memiliki tantangan besar di depan: membangun kembali Kolombia di tengah situasi ekonomi yang sangat sulit dan mengkhawatirkan yang saya warisi," kata De la Espriella.
Penanganan bencana juga mendapat perhatian dari figur publik seperti penyanyi Shakira yang meninjau lokasi bencana di Departemen Choco bersama miliarder Howard Buffett dan berkomitmen menggalang dana awal 1 juta dolar AS untuk membangun kembali sekolah yang hancur.