Menteri Kebudayaan Fadli Zon Hadiri Pemindahan Arca Buddha Candi Borobudur

Share

Kawasan Candi Borobudur menghadirkan ruang spiritual baru menjelang perayaan Hari Suci Waisak 2570 Tahun Buddha. Arca Buddha yang Belum Selesai, atau yang dikenal sebagai Mbah Belet, kini tidak lagi berada di dalam Museum Karmawibhangga.

Seperti dilaporkan oleh Detik Travel, arca legendaris tersebut telah dipindahkan ke area terbuka di Zona 1 kawasan Borobudur, tepatnya di Lapangan Kenari. Artefak bersejarah ini diletakkan di antara dua pohon kenari dan menjadi lokasi meditasi peziarah.

Proses pemindahan arca dilakukan melalui ritual khusus bernama Boyongan Ageng pada awal Mei 2026. Acara tersebut dihadiri oleh masyarakat, tokoh agama Buddha, serta Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon.

Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin, menjelaskan bahwa pelestarian Borobudur mencakup perawatan fisik sekaligus menjaga nilai-nilai yang hidup di masyarakat.

"Misi pelestarian warisan budaya yang dilakukan oleh Museum dan Cagar Budaya tidak berhenti hanya pada perawatan struktur saja, tapi juga merawat makna yang hidup di dalamnya. Borobudur akan terus kami kelola sebagai warisan dunia yang mampu menghubungkan sejarah, budaya, dan praktik masyarakat masa kini," kata Indira Estiyanti Nurjadin.

Arca Mbah Belet merupakan peninggalan yang berasal dari stupa induk Borobudur. Keunikan arca ini terletak pada bentuk fisiknya yang tampak belum selesai dipahat pada bagian tangan dan kaki, serta kerusakan di wajah.

Sejak ditemukan pertama kali oleh administrator Belanda pada tahun 1842, identitas arca ini memicu perdebatan panjang di antara para arkeolog dunia.

Arkeolog Indonesia R. Soekmono menilai objek ini tidak dapat dikategorikan sebagai Adi-Buddha seperti arca stupa induk lainnya karena kondisinya yang tidak sempurna.

Sebaliknya, ahli Buddhisme Tibet Anagarika Govinda membandingkan arca ini dengan Adi-Buddha Vajradhara di Tibet. Menurut pandangan tersebut, wujud yang tidak selesai justru melambangkan hakikat tertinggi yang melampaui bentuk fisik.

Rangkaian Puncak Perayaan Waisak 2026

Keberadaan Mbah Belet di Lapangan Kenari kini memegang peranan penting dalam mengakomodasi rangkaian ibadah para peziarah menjelang puncak Waisak yang jatuh pada Minggu (31/5/2026).

Para umat dijadwalkan melangsungkan doa dan meditasi di depan arca pada pagi hari. Puncak kedamaian Waisak sendiri akan berlangsung pukul 15.44.44 WIB melalui prosesi hening cipta di pelataran candi.

Rangkaian acara keagamaan ini akan ditutup dengan pelepasan lampion pada malam hari yang menjadi daya tarik bagi umat Buddha maupun wisatawan.

Sejumlah menteri Kabinet Merdeka dijadwalkan hadir dalam perayaan ini, termasuk Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author